Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

12 Oktober 2021|19:49 WIB

Kapolri Minta Pengawasan Prokes Tak Mengendur

Seluruh anggota Kepolisian juga harus memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Penulis: James Fernando,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImagePengendara mengenakan masker yang diberikan petugas saat penyekatan di kawasan Mengwi, Badung, Bali, Selasa (31/8/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

JAKARTA - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Melalui evaluasi itu, Kapolri memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pertumbuhan covid-19. 

Kapolri bilang, antisipasi itu berkaitan dengan pelonggaran aturan PPKM yang menyebabkan peningkatan aktivitas di masyarakat. "Persiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap pelonggaran agar tidak terjadi lonjakan kasus kembali," kata Sigit, saat memberikan pengarahan kepada seluruh Polda jajaran, Selasa (12/10).

Menurut Sigit, upaya untuk mencegah laju pertumbuhan covid-19 dalam rangka peralihan dari pandemi ke endemi. Karena itu, jajarannya diminta untuk tetap mengetatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Lalu, gencar melakukan tracing, testing dan treatment, serta melakukan percepatan vaksinasi.

Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan covid-19, seluruh anggota Kepolisian diminta memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi itu harus disediakan di seluruh tempat lini pusat vaksinasi warga. 

Kapolri juga meminta jajarannya untuk mengantisipasi varian baru covid-19 seperti MU dan Lamda dari luar negeri menyebar di Indonesia yang dibawa Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). 

"Pengawasan terhadap masyarakat dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Apabila ditemukan kategori kuning atau merah berikan pelayanan vaksin dengan menyediakan gerai vaksinasi maupun vaksin mobile," tambah Sigit.

Pemerintah sendiri telah berencana membuka pintu bagi para wisatawan mancanegara maupun mengizinkan warga negara Indonesia yang ada di luar negeri untuk datang ke Tanah Air. Karena itu, Sigit berharap, jajarannya melakukan pengawasan ekstra ketat.  Terlebih, hingga saat ini masih ada beberapa permasalahan terkait pengelolaan teknis karantina para pendatang dari luar negeri. 

"Tolong dicek lagi sistem pengamanan seperti apa, apalagi kalau sudah dibuka SOP-nya betul-betul dilaksanakan. Jangan kemudian kita abai, lengah dan apa yang kita lakukan selama ini sia-sia," tegas Sigit.

Indonesia tak lama lagi akan menjadi tuan rumah World Super Bike Championship (WSBK). Acara itu, akan dilangsungkan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sigit yakin acara yang berlangsung aman akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

"NTB dan beberapa event lanjutan di Bali dipersiapkan dengan baik. Kalau ini bisa dikelola dengan baik tentunya di mata internasional semakin baik dan tentunya hal lain seperti pertumbuhan ekonomi," tambah Sigit.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA