Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

KESRA

04 Mei 2021|11:58 WIB

Kapolri Keluarkan Telegram Pengamanan Wisata Saat Lebaran 2021

Mesti koordinasi dengan Satgas Covid-19. Tindakan tegas disilakan

Penulis: James Fernando Simanulang,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageWisatawan mengunjungi Taman Fatahillah di kompleks Kota Tua, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram untuk melakukan penertiban masyarakat terkait objek wisata yang tetap dibuka selama masa larangan mudik lebaran 2021. Surat itu teregister dengan nomor STR/336/IV/PAM.3.2./2021 tertanggal 30 April 2021.

Surat perintah itu ditandatangani Asisten Kapolri bidang Operasi, Inspektur Jenderal Imam atas nama Kapolri. Imam pun membenarkan penerbitan surat telegram tersebut.

Dalam telegram itu, setidaknya ada sejumlah perintah Kapolri ke seluruh jajarannya. Di antaranya, polisi diminta untuk melaksanakan mapping seluruh lokasi wisata yang ada di wilayahnya masing-masing. Baik tempat yang buka saat Lebaran 2021 ataupun yang tutup. 

Pemetaan lokasi wisata itu, untuk memperhitungkan animo masyarakat yang hendak melaksanakan kunjungan wisata. Tujuannya, agar seluruh aparat bisa menjaga penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.

“Melakukan pengamanan dan memperketat pengawasan, penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata yang menerima wisatawan saat libur lebaran," kata Kapolri, dikutip dari surat telegram itu, Selasa (4/5).

Masih dalam surat itu, Kapolri memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19  untuk melakukan tes swab antigen kepada seluruh wisatawan yang datang ke lokasi wisata. Listyo meminta jajarannya bertindak tegas apabila pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan kegiatan berwisata tersebut.

“Melakukan tindakan tegas sesuai dengan Undang-undang dan peraturan yang berlaku lainnya bila ada pelanggaran,” lanjut Listyo.

Dalam surat perintah itu, ada beberapa aturan teknis yang ditekankan oleh jenderal bintang empat tersebut. Misalnya, melakukan penyemprotan desinfeksi secara berkala, menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai. 

Lalu, melakukan sosialisasi secara masif terkait informasi larangan mudik. Kemudian, mewajibkan pekerja dan pengunjung tempat wisata memakai masker. 

"Apabila lokasi wisata berada di zona orange dan atau zona merah, maka wajib ditutup," tegas Listyo.

Baru-baru ini, pemerintah memutuskan untuk tetap membuka sejumlah tempat wisata di berbagai daerah. Tujuannya, agar warga yang tak bisa mudik tetap bisa berwisata. Namun, mereka harus mematuhi protokol kesehatan. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER