Selamat

Selasa, 21 September 2021

15 September 2021|14:29 WIB

Guru PNS Di Pedalaman Terancam Dipecat

Tak mengajar berbulan-bulan akar masalahnya

Oleh: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi belajar di sekolah secara terbatas saat PPKM. ANTARAFOTO/Feny Selly

NUNUKAN – Sekurangnya tujuh orang guru dengan status PNS di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara terancam sanksi pemecatan. Sanksi diberikan karena tidak menjalankan tugas pokok tanpa alasan dan tidak ada kabar selama berbulan-bulan.

Kepala Badan Pengembangan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan, Kaharuddin di Nunukan, Rabu (15/9) mengatakan, ketujuh guru berstatus PNS tersebut telah dilaporkan oleh sekolah masing-masing tidak masuk sekolah dan tidak melaksanakan tugas selama berbulan-bulan.

“Sebagian besar guru tersebut bertugas di wilayah pedalaman atau pelosok namun ada juga di Kecamatan Nunukan selaku ibukota Kabupaten Nunukan,” imbuh Kaharuddin seperti dikutip dari Antara.

Ketujuh guru ini telah diberikan sanksi oleh unit pelaksana teknis masing-masing. Sekarang, kasus mereka sedang bergulir di OPD-nya dan setelah itu dilanjutkan di BPKSDM Nunukan.

"Jika pelanggaran yang dilakukan ketujuh guru ini memang berat maka bisa saja diberikan sanksi pemecatan," ujar dia.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat maunya langsung menyerahkan ke BKPSDM Nunukan setelah sanksi diberikan masing-masing Kepala UPT. Namun dia berpendapat, tidak bisa langsung seperti sebelum ditangani oleh OPD-nya.

Akan tetapi, kata dia, jika OPD bersangkutan telah memberikan sanksi dan gurtu bersangkutan belum bersedia mengubah perilakunya, BKPSDM akan menanganinya berkaitan dengan sanksi yang akan diberikan. 

"Ketujuh guru-guru ini tidak masuk sekolah selama berbulan-bulan atau disersi tanpa alasan yang kuat," kata Kaharuddin.

Berdasarkan data Kemendikbudristek, di Kabupaten Nunukan ada 240 guru. Terbanyak, 157 adalah guru SD. Kemudian, 57 guru SMP, 22 guru SMA, dan Sembilan guru SMK.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER