Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

HUKUM

04 Mei 2021|13:58 WIB

Eks Pimpinan KPK NIlai Ada Upaya Tundukkan Sikap Kritis Pegawai KPK

Terkait kebijakan alih status pegawai KPK dan dirancang sejak jauh hari

Penulis: Herry Supriyatna,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageBambang Widjojanto, eks pimpinan KPK 2011-2015. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2011–2015, Bambang Widjojanto menilai, ada siasat dari sejumlah pihak untuk membunuh KPK melalui aturan kebijakan alih status pegawai ke ASN. Menurutnya, saat ini KPK sedang di ujung tanduk.

Salah satu siasat itu, kaya Bambang, dengan merekrut sebagian orang yang tidak memiliki integritas. Selain itu, ada upaya menundukkan sikap kritis insan KPK yang senantiasa menjaga integritasnya atas indikasi tindakan nyeleneh dan otoriter dari kekuasaan.

Padahal, insan KPK yang telah teruji telah menggadaikan mata dan bertaruh nyawa untuk memberantas korupsi sepenuh hati. "Tapi justru malah mau disingkirkan semena-mena hanya dengan berbekal hasil tes ala orde baru," kata Bambang.

Keputusan memberhentikan pegawai KPK dinilainya tidak pasnats, mengingat saat ini bulan Ramadan. Di kala orang-orang berlomba-lomba berharap berkah, namun sebagian insan terbaik KPK justru dihadang kebijakan absurd.

Padahal, saat KPK sedang menangani mega skandal korupsi, seperti misalnya kasus suap bansos covid-19, suap ekspor benih lobster, E-KTP, suap Wali Kota Tanjungbalai, kasus bos batubara yang jadi DPO, kasus mafia hukum di pengadilan dan juga penyuapan penyidik KPK yang mulai menyinggung  pimpinan parlemen dan salah satu komisioner KPK. 

"Apakah ini, salah satu misi dan sasaran penghancuran KPK," tanya Bambang.

Seluruh uraian tersebut, kata dia, adalah bagian dari proses sebagai pembusukan KPK yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Mulai dari Revisi UU KPK yang ditolak rakyat di tahun 2019, pemilihan pimpinan KPK yang kontroversial hingga peralihan status pegawai KPK menjadi ASN yang dilakukan secara absurd.

"Keseluruhan proses itu ada di periode kepemimpinan Presiden Jokowi. Inikah legacy terbaik yang akan ditinggalkan beliau untuk diingat sepanjang masa? Saya belum terlalu yakin, tapi banyak fakta yang tak terbantahkan atas sinyalemen itu," tutup Bambang.

Rancangan
Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai ketidaklulusan sejumlah pegawai dalam tes wawasan kebangsaan telah dirancang sejak awal sebagai episode akhir untuk menghabisi dan membunuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengatakan, sinyal untuk kesimpulan itu telah terlihat secara jelas dan runtut, mulai dari merusak lembaga antirasuah dengan Undang-Undang (UU) KPK baru. Belum lagi soal sejumlah kontroversi KPK melalui kepemimpinan Firli Bahuri.

Kondisi carut marut ini, kata Kurnia, juga tidak bisa begitu saja dilepaskan dari peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan segenap anggota DPR. Sebab, dua cabang kekuasaan itu yang pada akhirnya sepakat merevisi UU KPK dan memasukkan aturan kontroversi berupa alih status kepegawaian menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Tak lupa, ini pun sebagai buah atas kebijakan buruk Komisioner KPK tatkala mengesahkan Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2021 yang memasukkan asesmen tes wawasan kebangsaan," kata Kurnia kepada wartawan, Selasa (4/5).

Dikatakan Kurnia, praktik buruk ini sebenarnya kian melengkapi wajah suram KPK di bawah komando Firli Bahuri. Mulai dari ketidakmauan memboyong Harun Masiku ke proses hukum, menghilangkan nama-nama politisi dalam dakwaan korupsi bantuan sosial (bansos), melindungi saksi perkara suap benih lobster, membocorkan informasi penggeledahan, hingga pada akhirnya melucuti satu per satu penggawa KPK;

Berkaca pada hal tersebut, Kurnia menilai kekhawatiran masyarakat atas kebijakan Presiden Jokowi dan DPR yang memilih merevisi UU KPK serta mengangkat komisioner penuh kontroversi terbukti. 

Alih-alih memperkuat, yang terlihat justru skenario untuk mengeluarkan KPK dari gelanggang pemberantasan korupsi di Indonesia," ujar Kurnia.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER