Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

KESRA

04 Mei 2021|14:34 WIB

DPR Minta Pemerintah Perluas Tracing Varian Covid-19

Varian dari Afsel dan India sudah ada di Indonesia. Cegah perluasan varian covid-19

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi penelitian varian baru virus covid-19. Shutterstock

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melkiades Laka Lena meminta pemerintah memperketat pengawasan terkait masuknya varian baru virus SARS-CoV-2 asal Afrika Selatan dan India ke Indonesia. Ia mendesak testing dan tracing diperluas agar bisa mendeteksi penyebaran varian baru virus tersebut.

"Testing dan tracing harus diperketat, ditingkatkan dan diperluas. Khususnya bagi orang yang baru datang dari Afrika atau India. Harus ketat dan diperluas, sehingga bisa lebih cepat penanganannya soal varian baru ini," ujar Melki kepada Validnews, Selasa (4/5).

Melki mendorong testing dan tracing yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 juga mampu menyentuh tingkat kecil masyarakat. Misalnya tingkat kelurahan, kecamatan sampai RW dan RT.

"Kami mendorong agar dua hal ini dilakukan menyeluruh sampai ke tingkat desa dan kelurahan," imbuh dia.

Ia menambahkan, pemerintah juga perlu meningkatkan sosialisasi agar masyarakat tidak menganggap remeh varian baru corona ini. Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan detail soal adanya varian baru corona dari beberapa negara ini.

"Pemerintah harus lebih awas terhadap penyebaran corona baru, termasuk dari beberapa negara yang memiliki varian baru. Serta tolong dijelaskan ke masyarakat agar masyarakat juga ikut aktif mencegah penyebaran," ucap Melki.

Di sisi lain, Politisi Partai Golkar ini juga berharap dengan masuknya varian baru corona ini, masyarakat semakin ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes). Terlebih, saat ini telah memasuki masa libur Lebaran dan mudik.

Ia menyarankan, Satgas Penanganan Covid-19 bisa melibatkan TNI, Polri sampai Satpol PP untuk memastikan penerapan prokes di masyarakat. Harapannya, agar varian baru corona asal Afrika Selatan dan India ini tidak menyebar luas.

"Intinya prokes harus diperketat lagi, apalagi menjelang libur Lebaran, harus makin ketat dan disiplin agar mencegah penularan covid-19 termasuk varian baru," tutur Melki.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini sudah ada mutasi virus SARS-CoV-2 varian dari India dan Afrika Selatan. Pemerintah mendeteksi ada dua insiden infeksi virus corona mutasi India terjadi di Jakarta.

"Sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India, ada dua insiden yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta dan satu insiden untuk mutasi dari Afrika Selatan yang masuk, itu yang ada di Bali," ujar Budi dalam jumpa pers, Senin (3/5) kemarin. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA