Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

29 April 2021|13:41 WIB

DPR Minta Kimia Farma Transparan Soal Tes Antigen

Kejadian layanan tes antigen bekas di Bandara Kualanamu sangat membahayakan keselamatan masyarakat

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageLokasi pelayanan swab antigen di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, Rabu (28/4/2021). ANTARA FOTO/Adiva Niki/Lmo/aww.

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Elly Rachmat Yasin, menyayangkan adanya layanan tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara yang melibatkan empat oknum petugas Kimia Farma. Menurut dia, kejadian ini ceroboh dan sangat membahayakan keselamatan masyarakat.

"Kecerobohan oknum Kimia Farma ini sungguh menyedihkan dan memalukan karena dilakukan oleh perusahaan negara yang seharusnya memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat," ujar Elly dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4).

Untuk itu, ia meminta PT Kimia Farma segera melakukan evaluasi manajemen perusahaan. Elly khawatir kejadian ini bukan yang pertama dan banyak dilakukan oleh oknum lainnya di beberapa daerah.

Elly juga menyarankan Kimia Farma lebih transparan dalam melakukan tes antigen. Transparansi bisa memudahkan pengawasan yang akan dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap setiap layanan tes antigen, baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun swasta atau tes antigen perorangan.

"Kimia Farma harus melakukan evaluasi, bahkan perubahan manajemen yang lebih transparan dan akuntabel dalam melangsungkan kegiatan tes antigen," tegas Politisi PPP ini.

Ia menambahkan, langkah ini juga diperlukan untuk menjaga tingkat kepercayaan publik kepada Kimia Farma atau layanan kesehatan. Karena saat ini masyarakat terlihat antusias dalam upaya pencegahan penularan covid-19, baik dengan melakukan rapid tes antigen maupun vaksinasi.

"Jangan sampai kejadian ini malah melunturkan kepercayaan publik terhadap proses melawan covid-19. Maka perlu adanya evaluasi yang lebih transparan agar publik percaya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Elly juga menghimbau dan mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan serta proses tes antigen. Periksa terlebih dulu kemasan alat yang akan digunakan dan segera minta pergantian jika kemasan ditemukan rusak atau mencurigakan.

"Masyarakat harus lebih hati-hati, karena tes antigen ini sudah menjadi salah satu standar untuk mengetahui seseorang terjangkit covid-19 atau negatif," tutur dia. 

Sebelumnya, polisi menggerebek lokasi yang diduga tempat layanan tes antigen dengan alat bekas di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara. Alat rapid test antigen bekas pakai dikemas ulang berulang kali dan dimasukkan ke hidung pasien lainnya. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER