Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

KESRA

04 Mei 2021|15:44 WIB

Belum Semua Kepala Daerah Tanggap Risiko Bencana

Masih ada informasi peringatan dini yang tidak ditanggapi dengan baik

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageKepala BNPB Doni Monardo. ANTARAFOTO/Galih Pradipta

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyayangkan, belum semua kepala daerah sigap dalam merespons peringatan dini bencana yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Padahal, upaya tanggap risiko bencana merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah timbulnya banyak korban.

"Memang, tidak semua kepala daerah memiliki sensitivitas yang tinggi dalam merespons hal ini," ujar Doni dalam Webinar Pentingnya Membangun Kompetensi dan Keterampilan Kebencanaan yang diselenggarakan Universitas Indonesia, Selasa (4/5).

Doni memberi contoh terkait bencana longsor di Sumedang, Jawa Barat, yang terjadi pada 9 Januari 2021 lalu. Satu hari sebelum kejadian bencana, BNPB bersama BMKG bekerja sama dengan salah satu penyedia layanan komunikasi (provider) melakukan SMS blasting untuk menyebarluaskan informasi peringatan dini di wilayah tersebut.

Informasi yang disampaikan terkait dengan potensi curah hujan tinggi yang berisiko mengakibatkan banjir dan banjir bandang.

Namun, informasi peringatan dini itu tidak ditanggapi dengan baik, lantaran dianggap membuat keresahan masyarakat.

"Ada reaksi negatif yang kami terima bahwa ini menimbulkan ketakutan bagi publik. Lalu apa yang terjadi, tanggal 9 Januari atau satu hari setelah SMS blasting, terjadi longsor di Sumedang yang menimbulkan korban 40 orang tertimbun longsor," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Doni menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak panik merespons informasi tentang kebencanaan.

Doni meminta kepada pemerintah daerah mencermati segala informasi peringatan dini yang disampaikan BMKG. Kolaborasi pentahelix (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi/pakar dan media massa) dalam penanggulangan bencana juga harus diterapkan di setiap daerah.

"Program penguatan risiko bencana tentu tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Perlu ada kolaborasi pentahelix, diharapkan juga betul-betul bisa melakukan sinergi," pungkasnya. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER