Selamat

Rabu, 22 September 2021

26 Juli 2021|20:44 WIB

Baliho Puan Dicoret-coret, PDIP Lapor Polisi

Aksi vandalisme terjadi di Surabaya dan Blitar

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageKetua DPR Puan Maharani. ANTARAFOTO/Galih Pradipta

JAKARTA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, menyesalkan aksi vandalisme coret-coret terhadap baliho Ketua DPR dari PDIP, Puan Maharani di Blitar dan Surabaya, Jawa Timur. Menurutnya, aksi ini tidak bertanggung jawab dan telah melanggar hukum.

Atas aksi vandalisme ini, Kusnadi menyebutkan pihaknya telah menginstruksikan kader-kader PDIP khususnya di Jawa Timur untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke kantor-kantor kepolisian terdekat.

"Kami dididik untuk taat hukum. Tidak bertindak anarkis untuk mereaksi aksi-aksi vandalisme. Kami mempercayakan penuh kepada kepolisian, kami akan laporkan kasus ini," ujar Kusnadi kepada wartawan, Senin (26/7).

Ia meyakini, seluruh kader akan bersikap sabar dan tidak akan melakukan kekerasan maupun aksi anarkis balasan. Lantaran, menurut Kusnadi pihaknya telah berpengalaman menghadapi tekanan dan fitnah dari luar.

"Karena seluruh kader dilandasi sikap kesabaran, keyakinan, dan prinsip taat hukum. Tekanan dari luar justru membuat PDI Perjuangan semakin solid, di bawah komando Ibu Megawati Soekarnoputri," tegas Kusnadi.

Aksi vandalisme terjadi pada baliho Ketua DPR RI Puan Maharani. Beberapa tulisan dengan cat semprot 'OPEN BO', 'PKI' dan 'Koruptor' ditemukan di baliho yang terpasang di halaman kantor DPC PDIP di Jalan Raya Sambong Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Selain di Blitar, di Surabaya juga terjadi aksi serupa. Baliho Puan yang mengampanyekan pemakaian masker, taat protokol kesehatan, kampanye vaksinasi, dan menjaga imun tubuh, dicoret-coret dengan cat semprot.

Kusnadi menambahkan, pihaknya menduga aksi ini didasari oleh oknum yang tidak senang dengan berbagai kerja-kerja kerakyatan partai berlambang banteng ini dalam mengajak masyarakat optimis menghadapi pandemi.

"Ada yang tidak senang karena mereka tidak berani menyerang aksi bagi sembako, operasional ambulans gratis, fasilitasi vaksinasi, dan sebagainya, akhirnya mereka menyasar baliho kader partai PDIP," cetus dia.

Pada masa pandemi ini, lanjut Kusnadi, seluruh kader PDIP memang telah diinstruksikan untuk aktif menangani pandemi covid-19 sampai ke kekuatan akar rumput. Terlebih, ia mengklaim selama ini komitmen kebangsaan dan kerakyatan dari PDIP telah dirasakan langsung oleh rakyat.

"Kader-kader kami terus bekerja keras, di tengah pandemi covid-19. Bahkan di antara mereka tidak sedikit yang terpapar covid-19," tambah Kusnadi.

Para kader diberikan tugas seperti membagi masker, sembako, melakukan penyemprotan disinfektan, dan melakukan pendampingan pada keluarga yang terpapar covid-19. Misalnya, Puan Maharani juga yang turun langsung ke lapangan beberapa waktu lalu.

"Sebagai kader PDI Perjuangan dan Ketua DPR-RI, Ibu Puan Maharani tidak berpangku tangan. Beliau aktif turun ke lapangan. Salah satunya ke Surabaya, beberapa waktu lalu, dan membantu berbagai kesulitan. Maka saya menyayangkan adanya aksi vandalisme ini," tutur Kusnadi.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER