Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

16 Juli 2021|19:22 WIB

Awas, Penyebaran Radikalisme Subur Di Saat Pandemi

Memaparkan generasi muda dengan konten-konten toleransi, perdamaian menjadi senjata melawan penyusupan radikalisme

Oleh: Rikando Somba

ImageIlustrasi kampanye anak muda anti gerakan radikal. ANTARA FOTO

JAKARTA – Gerakan-gerakan menyuburkan radikalisme dan aksi terorisme diyakini tak hilang, atau berkurang di tengah wabah corona ini. Sebaliknya, upaya-upaya pelakunya, tetap harus disikapi dan diantisipasi serius.  

Habib Husein Ja’far Al Hadar M Ag yang juga dikenal sebagai Habib Milenial mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah virus radikalisme dan terorisme yang tidak kalah berbahayanya dengan virus covid-19 di masa pandemi saat ini. 

“Di tengah wabah covid-19 seperti saat ini, justru gerakan-gerakan terorisme secara sunyi dan senyap bisa melakukan koordinasi atau bahkan ancaman-ancaman yang serius. Karena itu kita harus tetap waspada dengan terus melakukan berbagai upaya-upaya kontra terhadap radikalisme dan terorisme,” ujar Habib Husein Ja’far Al Hadar di Jakarta, Jumat (16/7).

Dia menyerukan, kini saatnya menggalang solidaritas bukan hanya terhadap teror wabah virus corona, tetapi juga teror virus radikalisme dan ekstremisme. 

Husein Ja’far menyebutkan, kelompok radikal dan intoleran ini terus melakukan paparan kepada masyarakat dengan memasukkan paham radikalisme dan ekstremisme. 

 “Maka kuncinya adalah memapar balik mereka dengan konten-konten yang antiradikalisme dan terorisme ataupun ekstremisme melalui konten-konten toleransi, konten-konten perdamaian dan lain sebagainya,” tutur pria yang akrab disapa Habib Milenial tersebut.

Dia menekankan, untuk memupuskan upaya-upaya radikalisme, bisa dilakukan dengan memapar masyarakat dengan konten-konten toleran dari contoh kegiatan sehari-hari. “Maka gunakan semua infrastruktur yang ada itu untuk kemudian menyebarkan nilai-nilai ideologi yang pro-NKRI, yang pro kepada keberagamaan yang morderat dan Cinta Damai,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Seruan sama diutarakan Ketua Umum Pengurus Besar Matla’ul Anwar (Ketum PBMA), H Embay Mulya Syarief. Pada kesempatan berbeda, dia mengatakan, mengenali narasi radikalisme penting karena virus radikalisme juga merupakan virus yang berbahaya. 

"Karena kalau kita bicara masalah pandemi pada hari ini, tentunya mungkin kita tahu obatnya, kita tahu vaksinnya. Tetapi kalau virus radikalisme, tentang pemikiran tentunya harus bersama-sama kita lawan," tutur mantan ketua KADIN Serang, Banten, itu. 

Ia mencontohkan, terkait aturan protokol kesehatan (prokes) yang saat ini digalakkan pemerintah untuk membendung virus covid-19, hal yang sama juga perlu diterapkan hal serupa untuk membendung virus radikal dan intoleran yang juga masif saat ini, apalagi yang mengarah kepada provokasi kekerasan. 

"Seperti misalnya tempat ibadah, itu kan dibuat untuk menghambat penyebaran virus tetapi malah ada yang mengatakan kalau tempat ibadah tidak boleh ditutup. Padahal kan salat bisa saja dari rumah dan itu juga ada hukumnya," kata Embay.

Ia juga menyitir ayat dalam Al-Qur’an, yang menegaskan bahwa manusia diwajibkan untuk menjaga nyawa manusia lainnya, apalagi di kala pandemi seperti saat ini, tidak terkecuali juga dengan pandemi virus radikal intoleran.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER