Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

HUKUM

29 April 2021|13:14 WIB

Angkut Pemudik, Ratusan Travel Gelap Ditangkap

Para pengemudi menawarkan jasa melalui media sosial

Penulis: James Fernando Simanulang,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageBarang bukti kendaraan travel gelap di Lapangan Presisi Dit Lantas PMJ, Jakarta, Kamis (29/4/2021). ANTARAFOTO/Muhammad Adimaja

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menangkap 115 travel gelap yang mencoba mengangkut pemudik Lebaran 2021 di saat pemerintah mengeluarkan larangan mudik. Ratusan travel gelap itu ditangkap dalam operasi kepolisian pada periode 27–28 April 2021.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Sambodo Purnomo Yogo merinci, mobil travel gelap itu terdiri dari 64 unit minibus atau elf dan 51 mobil penumpang perorangan, seperti Avanza Grand Max dan lainnya. 

“Kendaraan bermotor ini tidak memiliki izin trayek atau tidak memiliki izin angkut penumpang,” kata Sambodo, di Polda Metro Jaya, Kamis (29/4).

Karena itu, polisi menjerat pengemudi travel dengan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Pasal 308 itu berisi tentang, pelanggar dapat dikenakan pidana kurungan maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu. Sanksi itu bisa dikenakan bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor umum.

Sambodo menjelaskan, ratusan travel gelap itu mencoba mengangkut penumpang dari sejumlah daerah di DKI Jakarta dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Bahkan, mereka hendak membawa warga DKI mudik ke Lampung.

Para pengemudi, lanjut Sambodo, mematok harga yang berbeda-beda kepada calon penumpang. Misalnya, untuk tujuan Jakarta–Cilacap dipatok harga Rp300–350 ribu per orang. Tujuan Jakarta-Lampung Rp400 ribu per orang.

“Harga itu lebih mahal dari ongkos normal dan para penumpangnya juga tidak memiliki surat bebas covid-19,” kata Sambodo.

Saat ditangkap, travel gelap itu memiliki sejumlah penumpang. Polisi akan mengembalikan mereka ke tempat asal menggunakan bus umum.

“Upaya ini kami lakukan untuk memberikan efek jera ke masyarakat kalau kami serius melakukan penyekatan mudik dan kami lakukan upaya penindakan kepada masyarakat yang coba-coba mengoperasionalkan travel gelap tanpa izin,” tegas Sambodo.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, modus yang digunakan oleh para pengendara travel gelap itu sama dengan kegiatan mudik Lebaran 2020. Mereka memasarkan jasa antar alamat melalui media sosial. Makanya, penangkapan itu merupakan tindak lanjut dari patroli siber yang dilakukan polisi.

“Jadi sudah kita evaluasi tahun kemarin itu sudah kita amankan dan sudah kita evaluasi jalur-jalur yang tembus sudah kita tutup,” tutur Yusri.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER