Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

13 Oktober 2021|14:11 WIB

Anggaran Bangun IKN Berpotensi Naik 300%

Antisipasi awal dengan publik mempelajari RUU IKN

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageKetua DPR Puan Maharani setelah menerima surat presiden untuk pembahasan RUU IKN. ANTARAFOTO/Aprillio Akbar

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR, Suryadi Jaya Purnama memprediksi, biaya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur bisa membengkak. Yakni, dua hingga tiga kali lipat dari rencana awal Rp490 triliun.

Menurut dia, realisasi biaya pemerintah tidak jarang lebih besar dari kebutuhan awal. Misalnya, proyek kereta cepat Bandung–Jakarta, realisasi lebih dari Rp100 triliun yang semula diperkirakan Rp60 triliun. 

"Ada kemungkinan angka yang diperkirakan dalam rangka membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru berpotensi untuk melonjak berkali-kali lipat dari prediksi awal. Padahal biaya awal saja tidak sedikit," ujar Suryadi di Jakarta, Rabu (13/10).

Menurut dia, naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengatur soal pembangunan IKN baru seharusnya dibuka ke publik agar bisa dipelajari terlebih dahulu oleh masyarakat. Mengingat, pemerataan pembangunan menjadi salah satu alasan untuk memindahkan ibu kota ini.

"Semua masyarakat Indonesia tentu ingin mengetahui apa permasalahan di Jakarta dan yang lain-lainnya," cetus legislator dapil Nusa Tenggara Barat II tersebut.

Atas dasar beberapa pertimbangan tersebut, Suryadi mengatakan, pihaknya belum setuju untuk membahas RUU IKN. Terlebih, kondisi perekonomian Indonesia belum stabil akibat dampak pandemi covid-19 sehingga RUU IKN dinilainya bukan sebagai agenda mendesak.

Ia menyampaikan, Fraksi PKS di DPR juga telah melakukan kajian serta pendalaman terkait isu tersebut dan belum melihat adanya prioritas dan kepentingan untuk memindahkan Ibu Kota Negara.

"Ditambah dengan biaya anggaran yang tidak sedikit. Dalam kondisi saat ini, pemulihan sektor ekonomi dan kesehatan seharusnya menjadi agenda prioritas dan bukan yang lain,” tandas Suryadi.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan IKN baru di Kalimantan Timur tidak sekadar menjadi kantor pemerintahan saja melainkan juga akan menjadi motor dan katalis kemajuan Indonesia ke depan.

Pratikno mengatakan, ide besar IKN baru bukan hanya memindahkan ibu kota melainkan juga membangun sentra inovasi berkelanjutan dan menjadi sumber inspirasi, sekaligus motor kemajuan Indonesia ke depan.

“Jangan dibayangkan ini akan semata-mata menjadi kantor pemerintahan saja, tetapi sebuah kota baru, kota masa depan, kota yang bisa menjadi magnet bagi para talenta hebat dan sekaligus menjadi engine, menjadi motor, menjadi katalis kemajuan Indonesia," beber Pratikno beberapa waktu lalu.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER