c

Selamat

Senin, 27 Mei 2024

NASIONAL

01 September 2023

15:25 WIB

Agar Lolos Uji Emisi, Pemilik Kendaraan Diminta Tak Modifikasi Knalpot

Penyebab sebuah kendaraan ditilang karena tak lolos uji emisi, umumnya karena sudah berulang kali modifikasi, terutama di sektor pelepasan gas buat atau knalpot

Editor: Faisal Rachman

Agar Lolos Uji Emisi, Pemilik Kendaraan Diminta Tak Modifikasi Knalpot
Agar Lolos Uji Emisi, Pemilik Kendaraan Diminta Tak Modifikasi Knalpot
Petugas melakukan uji emisi kendaraan bermotor di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/9/2023). Antara Foto/Reno Esnir

JAKARTA – Tilang Uji Emisi dimulai, Jumat (1/9) ini. Agar tak dikenakan tilang, pengendara pun diminta memperhatikan kondisi kendaraan miliknya. Salah satunya dengan tidak memodifikasi kendaraan, terutama pada sistem pelepasan gas buang alias knalpot.

"Penyebab tak lolos uji emisi karena sudah berulang modifikasi, pasti tak lolos," kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Tuty Ernawati saat ditemui di Terminal Blok M Jakarta, Jumat (1/9), seperti dilansir Antara.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti uji emisi gratis. Untuk wilayah Jakarta Selatan, digelar di Kantor Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Jakarta Selatan pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. "Ini uji emisi gratis dilakukan Rabu pukul 09.00 hingga 17.00 WIB," serunya.

Dalam kegiatan uji emisi, pihaknya memperhatikan unsur gas buang kendaraan bermotor seperti air (H2O), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), nitrogen dioksida (NO2) dan hidrokarbon (HC). Dalam aturannya agar kendaraan lolos uji emisi maka ambang batas hidrokarbon harus di bawah 2000 ppm Vol dan karbon monoksida (CO) di bawah 4,5% Vol.
 
"Kami juga mengecek mulai dari temperatur oli mesin, putaran mesin, gas buang hingga analisis dampak lingkungan (amdal) dengan analyzer yang kita miliki," cetusnya.
 
Dia berharap, tidak ada kendaraan yang dimodifikasi dan banyak pengendara yang antusias mengikuti uji emisi. "Kami tak punya target berapa kendaraan yang harus kena, tapi kami targetkan waktu yakni hari ini batas jam 08.00 hingga 10.00 WIB secara situasional," tuturnya.
 
Warga bernama Dody (45) menyatakan sukarela mengikuti uji emisi, meski kendaraannya dikenakan tilang sehingga harus membayar Rp250 ribu. "Saya sukarela tadi masuk sekalian tes motor mengikuti program pemerintah, ternyata gagal karena knalpot dimodifikasi," tuturnya.
 
Hingga pukul 10.00 WIB, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan mendata sebanyak 63 kendaraan mulai dari motor, mobil hingga truk diesel mengikuti uji emisi. Ditemukan satu sepeda motor tidak lolos uji emisi lantaran knalpot telah dimodifikasi.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan uji emisi di kawasan Terminal Blok M, Jakarta, Jumat (25/8/2023). Antara Foto/Reno Esnir 

Kendaraan Dinas
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan, uji emisi akan dikenakan untuk semua kendaraan, termasuk kendaraan dinas Kepolisian sendiri. 

"Sebelum menertibkan masyarakat, petugas harus memastikan kendaraannya juga diuji emisi," kata Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Doni Hermawan saat ditemui di Gedung Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat.

Doni menjelaskan, penerapan sanksi tilang terhadap kendaraan bermotor juga telah dilakukan serentak di lima lokasi di wilayah DKI Jakarta. Yakni di Jalan Pemuda (Jakarta Timur), di Jalan RE Martadinata (Jakarta Utara), di Taman Anggrek (Jakarta Barat), di Terminal Blok M (Jakarta Selatan) dan di Jalan Industri Kemayoran (Jakarta Pusat).

"Secara serentak melakukan kegiatan pengujian emisi di wilayah DKI, ada 5 titik dan masyarakat saya rasa sudah mengetahui bahwa hari ini sudah berlaku pengenaan sanksi tilang," kata Doni.

Doni juga memastikan, petugas di lapangan melaksanakan penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap petugas yang mengendarai kendaraan dinas operasional.

"Pada saat dicek ditemukan tidak lolos uji emisi akan berlaku sanksi tilang," serunya.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melakukan pengawasan sanksi tilang bagi pelanggar emisi yang mulai diberlakukan pada Jumat (1/9) untuk menjamin pelaksanaannya sesuai prosedur yang berlaku.

"Tentunya operasi ini dalam pengawasan kita, untuk itu sudah disiapkan perwira menengah di setiap kegiatannya untuk mengawasi titik-titik pelaksanaan kegiatan razia," ucapnya.

Doni menjelaskan sosialisasi sudah dilaksanakan selama beberapa hari terkait sanksi tilang tersebut. Dengan begitu diharapkan masyarakat sudah mempersiapkan kendaraannya sesuai aturan.

"Tentunya sudah disosialisasikan selama beberapa hari. Masyarakat juga sudah mengetahui tinggal memastikan apakah kendaraan miliknya sudah lulus uji emisi atau belum," ucapnya.

Penegakan Hukum
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Firman Shantyabudi mengatakan, penerapan kebijakan uji emisi kendaraan bukan untuk menilang masyarakat. Kebijakan ini menurutnya dijalankan untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, dengan merawat kendaraan agar dapat mengendalikan gas buang yang dihasilkan kendaraan.
 
“Kami tidak ingin seolah-olah nanti masyarakat (menilai), Polri itu pendekatannya seolah-olah penegakan hukum lagi, penegakan hukum lagi. Mari kita ciptakan lalu lintas yang bersih, aman, dan tertib. Itu salah satunya dari emisi yang sudah menjadi perhatian dunia, ini untuk kesehatan kita semua,” kata Firman di Jakarta, Jumat.
 
Dengan pelaksanaan uji emisi ini, kata Firman, diharapkan masing-masing pemilik kendaraan dan otoritas yang melaksanakan uji KIR, dapat dengan tertib melaksanakan ketentuan berapa besar gas buang yang dihasilkan sebuah kendaraan. Ia menyebut, uji emisi tersebut berlangsung di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi.

“Kalau semua melaksanakan hal yang sama, pemilik kendaraan pribadi rajin cek ke bengkel, moga-moga tercipta lalu lintas yang bersih, aman, dan tertib,” kata Firman.
 
Terkait tindakan langsung (tilang) bagi kendaraan yang tidak lolos uji emisi, Firman mengatakan tidak melulu diberi surat tilang. Petugas bisa saja memberikan tilang dengan membawa kendaraan itu untuk dibawa ke bengkel.
 
“Ya tadi sanksi itu bisa dengan kami bilang “ya, sudah bawa ke bengkel" boleh. Tilang tidak harus, yang penting mobilnya bagaimana kita upayakan bersih. Itu yang menjadi konsentrasi kita bersama,” papar Firman.
 
Firman pun meminta media turut serta menyosialisasikan terkait uji emis,  agar sebelum ditindak petugas, kendaraan sudah melakukan uji emisi.
 
“Beberapa daerah kalau memang sudah terlalu (polusi) dapat ditindak, makanya sebelum ditindak, ini sosialisasi, teman-teman media sampaikan daripada nanti kena tilang ayo kita ke bengkel kita bersihkan servis dan segala macam, itu salah satu upaya,” kata Firman.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentarLoginatauDaftar