Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

22 Juli 2021|16:31 WIB

Abaikan Prokes, WN Rusia Dideportasi

Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021 soal pembatasan masuknya WNA ke Tanah Air, mulai diberlakukan

Oleh: Rikando Somba

ImageGambaran calon penumpang pesawat menjalani pemeriksaan dokumen kesehatan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali. ANTARAFOTO/Fikri Yusuf

DENPASAR – Pemerintah Indonesia mendeportasi warga negara asing asal Rusia bernama Anzhelika Naumenok. 

Deportasi dilakukan petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali, karena Anzhelika menolak untuk melaksanakan isolasi mandiri saat diketahui terpapar covid-19, dan sengaja tetap melakukan aktivitas, bertemu dengan banyak orang tanpa menggunakan masker. 

Tindakan yang bersangkitan nyata-nyata telah melanggar protokol kesehatan sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2021. 

"Yang bersangkutan telah negatif covid-19 saat dideportasi setelah sebelumnya dijemput paksa petugas untuk isolasi hingga dinyatakan negatif covid-19," kata Kepala Kantor Kemenkum HAM Bali Jamaruli Manihuruk, dikutip dari Antara, Kamis (22/7). 

Sesuai dengan Surat Rekomendasi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali Nomor: 180/7289/SET/SATPOL.PP dan hasil pemeriksaan oleh petugas Imigrasi Ngurah Rai, WNA ini dideportasi. Sanksi ini juga merujuk Pasal 75 Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. 

Selanjutnya, petugas mendeportasi Anzhelika Naumenok pada hari Rabu, 21 Juli 2021 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menggunakan maskapai Citilink QG-691 pukul 14.40 Wita dan selanjutnya dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Moscow, Rusia dengan penerbangan Turkish Airlines pada pukul 21.05 WIB. 

Sebelumnya, pada 4 Juli 2021 lalu Anzhelika Naumenok didapi  terinfeksi covid-19, sesuai hasil tes usap PCR yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali. Namun, yang bersangkutan berlaku seperti dalam kondisi sehat dan berpotensi menyebarkan ke individu lain. 

 Atas pelanggaran itu, Satpol PP Kabupaten Badung menjemput yang bersangkutan secara paksa dan ditempatkan di Hotel Ibis, Kuta untuk menjalani isolasi mandiri, sedangkan paspornya ditahan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. 

Kemudian, setelah menjalani isolasi mandiri, yang bersangkutan dinyatakan negatif covid-19 sesuai hasil test swab PCR yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan UPTD. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali.

WNA asal Rusia itu diketahui datang ke Indonesia pada Bulan Februari Tahun 2020 dengan izin tinggal kunjungan berlaku hingga 10 Juli 2021 dan telah memiliki e-Visa yang berlaku hingga 6 Agustus 2021.

Batasi WNA
Terhadap WNA, kini PT Angkasa Pura (AP) II menerapkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah Indonesia Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat.

Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021 antara lain mengatur pembatasan orang asing masuk ke Indonesia atau transit di Indonesia, kecuali pemegang visa diplomatik dan visa dinas; pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap; bertujuan untuk kesehatan dan kemanusiaan (mendapat rekomendasi dari kementerian/lembaga); awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.

“Bandara AP II yang berstatus internasional, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, sudah mengetahui adanya peraturan ini dan telah berkoordinasi dengan stakeholder untuk pemberlakuan Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021,” kata Presiden Direktur AP II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Kamis. 

Ia mengatakan Warga Negara Asing (WNA) yang tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut dilarang masuk ke Indonesia dan akan diperiksa di area kedatangan internasional oleh Kantor Imigrasi. 

Pada saat sama, Kemenkumham juga menyatakan tenaga kerja asing yang sebelumnya datang sebagai bagian dari proyek strategis nasional atau dengan alasan penyatuan keluarga kini tidak bisa lagi masuk Indonesia. 

Adapun penumpang internasional yang baru mendarat di bandara AP II, baik itu WNA yang termasuk ke dalam 5 klasifikasi dan juga WNI harus memenuhi protokol kesehatan termasuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR dan karantina sesuai prosedur.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER