Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

KESRA

18 Februari 2021|15:47 WIB

Wapres Imbau Lansia Tak Tolak Vaksin

Wapres Ma'ruf hanya mengantuk usai terima vaksin
ImageWapres Ma'ruf Amin. Antarafoto/KIP Setwapres

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, mengimbau para lansia agar mendukung dan mau melakukan vaksinasi covid-19. Ma'ruf menuturkan, usia divaksin dirinya tidak mengalami gejala selain mengantuk.

"Kemarin saya baru vaksin itu ngantuk. Itu aja dampaknya, yang lain alhamdulillah baik-baik saja," kata dia usai meresmikan Sentra Kreasi Atensi di Bekasi, yang disiarkan kanal YouTube Kemensos, Kamis (17/2).

Ma'ruf menjelaskan, upaya ini dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok hingga 70% atau sekitar 182 juta penduduk. Sasaran vaksin tahap kedua diketahui mencapai 38.513.446 orang, yang terdiri salah satunya 21,5 juta lansia.

Apabila dilihat dari sisi agama, jelas Ma'ruf, target itu mesti tercapai karena vaksin hukumnya wajib atau fardu kifayah.

"Kalau belum tercapai, apa yang mesti dicapai, (maka) dosanya belum hilang sampai 182 juta itu baru gugur," pungkas dia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) hari ini secara resmi telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin covid-19 CoronaVac dari Sinovac bagi kelompok usia lanjut di atas 60 tahun.

Berdasarkan keputusan tersebut, Kementerian Kesehatan akan segera melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, BPOM mengeluarkan izin vaksin untuk bisa diberikan bagi orang dengan usia di atas 60 tahun yang berdasarkan uji klinis ketiga di negara-negara di luar Indonesia. Tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun yang akan divaksinasi total berjumlah 11.600 orang di seluruh Indonesia.

Kelompok lansia tetap akan menerima vaksinasi dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari. Dosis pertama berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh sehingga vaksin dapat bekerja sama dengan tubuh untuk membentuk antibodi baru.

Sementara, vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin sehingga antibodi yang telah terbentuk semakin kuat dan optimal.

Secara paralel pemerintah juga akan mulai melakukan vaksinasi kepada lansia kategori non-nakes. Sekitar 10% populasi Indonesia berada dalam kelompok lansia, dan 50% lebih kematian akibat Covid-19 terjadi pada kelompok ini.

Pemberian vaksinasi kepada lansia dapat menekan kematian dan juga mengurangi tekanan terhadap rumah sakit dengan harapan angka rawat inap dan bed occupancy ratio dapat turun.

Wapres pun menjelaskan, vaksinasi covid-19 apabila dilakukan pada saat Ramadan juga tidak masalah. Mengingat, kata Ma'ruf, vaksinasi dilakukan bukan lewat lubang hidung maupun mulut. Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), juga telah memastikan bahwa vaksinasi tetap berjalan meski bulan puasa.

Untuk wilayah yang banyak penduduk muslim, vaksinasi maka akan dilakukan malam hari. Sementara, vaksinasi untuk warga non-muslim, akan berjalan siang hari. (Maidian Reviani)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER