Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

HUKUM

07 Januari 2020|17:23 WIB

Dewas KPK Terima 247 Pengaduan Masyarakat Sepanjang 2020

Sebanyak 87 pengaduan telah ditindaklanjuti

Editor: Agung Muhammad Fatwa

Image(Kiri ke kanan) Plt Penindakan KPK Ali Fikri, Anggota Dewas KPK Albertina Ho, Ketua Dewas KPK Tumpah Pangabean, Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris, Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar. Validnews/Herry Supriyatna

JAKARTA – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) telah menerima dan menindaklanjuti 247 surat pengaduan masyarakat atas pelaksanaan tugas dan wewenang KPK.

Anggota Dewas KPK, Artidjo Alkostar menjelaskan, pihaknya telah melakukan telaah dan klarifikasi laporan tersebut. 

Ada 87 laporan sudah selesai diproses (surat jawaban ke pelapor). Sebanyak 60 laporan sudah diteruskan ke unit kerja terkait di KPK, dan 100 laporan masuk ke dalam arsip.

"Laporan pengaduan yang diterima Dewas tersebut juga dapat menjadi bahan pengawasan bagi Dewas dalam rapat pelaksanaan koordinasi pengawasan tugas dan wewenang KPK," kata Artidjo dalam jumpa pers di Gedung C1 KPK, Jakarta Selatan, Kamis (7/1).

Artidjo juga mengungkapkan, Dewas KPK telah melakukan kegiatan monitoring atas pelaksanaan tugas dan wewenang KPK dilaksanakan melalui tinjau lapangan keempat lokasi, yaitu Bandung, Sumedang, Banten dan Banjarmasin.

Kegiatan monitoring, kata dia, dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan pengaduan yang diterima oleh dewas dan hasil rakorwas. Pelaksanaan kegiatan monitoring dilakukan melalui pemantauan ke lapangan, khususnya terhadap benda sitaan KPK yang mempunyai nilai ekonomis.

Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan monitoring dilakukan melalui wawancara dengan petugas Rupbasan atau pihak-pihak terkait yang menerima penitipan aset-aset sitaan KPK. 

Dia mengatakan, sasaran pelaksanaan monitoring untuk memastikan pengelolaan yang dilakukan KPK selama proses penangan perkara telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Sasaran pelaksana monitoring sangat akuntabel dalam rangka capaian optimalisasi asset recovery," pungkas Mantan Hakim Agung sekaligus Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) itu. (Herry Supriyatna)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA