Selamat

Selasa, 21 September 2021

15 September 2021|15:57 WIB

2.395 Guru Lulus Pendidikan Guru Penggerak Angkatan I

Mayoritas lulus dengan penilaian amat baik

Penulis: Wandha Nur Hidayat,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi guru mengajar di kelas. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan 2.395 orang guru lulus Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1. Program ini berlangsung selama sembilan bulan, mulai Oktober 2020 hingga Agustus 2021.

Peserta yang dinyatakan lulus dengan predikat A atau amat baik (94,84%), predikat B atau baik (4,33%), dan C atau cukup (0,58%). Sedangkan yang tidak lulus, sebanyak enam orang, mendapat predikat D atau sedang (0,12%) dan E atau kurang (0,12%).

"Kita telah sampai pada waktu untuk menutup perjalanan ibu-bapak sebagai calon guru penggerak. Ibu-bapak sekarang menjadi guru penggerak," kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril, saat Penutupan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1, Rabu (15/9).

Dia menjelaskan jumlah peserta angkatan pertam ini mulanya sebanyak 2.460 orang. Ada 59 orang tidak bisa melanjutkan karena dipindahtugaskan, mengikuti latihan dasar PNS, sakit, dan meninggal dunia.

Selama pendidikan, mereka mempelajari tiga modul paradigma dan visi guru penggerak. Antara lain menyangkut pembelajaran yang berpihak pada murid, pemimpin pembelajaran, dan refleksi serta dampak berkelanjutan dari guru penggerak.

Menurut Iwan, proses pendidikan itu tidak mudah karena ada banyak kegiatan yang harus dilakukan. Mulai dari mengeksplorasi konsep, diskusi kelompok, pendampingan, belajar melalui learning management system, pendampingan, hingga membuat komnunitas.

"Para guru diharapkan terus menciptakan pembelajaran yang menumbuhkan semangat siswa, menguatkan mimpi-mimpi mereka, membuat hari-hari mereka semakin bahagia dan berwarna, menuntun mereka menjadi generasi penerus pewaris bangsa," ungkap dia.

Sejak diluncurkan pada Juli 2020, lanjut dia, Program Pendidikan Guru Penggerak memiliki tujuan untuk mencetak para pemimpin di sektor pendidikan. Mereka diharapkan dapat menghidupkan kembali pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam ekosistem pendidikan.

Kelulusan dari program ini bukan akhir dari proses para guru penggerak, melainkan titik awal untuk memulai perubahan terhadap pendidikan di Indonesia. Para kepala daerah dan dinas pendidikan pun diminta terus memberi dukungan kepada mereka.

"Gubernur, wali kota, bupati, dan dinas pendidikan, kami mohon agar terus mendukung dan memberi restu kepada guru-guru hebatnya untuk menjadi pemimpin-pemimpin pendidikan yang dapat membantu menguatkan ekosistem pendidikan di wilayah ibu dan bapak," ujar dia. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA