Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

22 Juli 2021|17:36 WIB

10 Tahun Bencana Di Indonesia Akibat Ulah Manusia

Bencana banjir dominasi bencana di Indonesia 10 tahun terakhir

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi bencana banjir di Bogor. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, tren kejadian bencana dalam waktu 10 tahun terakhir, mulai tahun 2011 hingga 2020.

Dalam kurun waktu tersebut, 95% bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana tiap tahun. Bencana banjir selalu menempati posisi teratas, disusul puting beliung dan tanah longsor.

Direktur Peringatan Dini BNPB, Afrial Rosya menjelaskan, dominasi bencana hidrometeorologi menunjukkan rusaknya kondisi lingkungan. Hal tersebut disebabkan karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

"Bencana hidrometeorologi itu lebih banyak disebabkan karena faktor antropogenik dibandingkan dengan faktor alam. Jadi kerusakan-kerusakan lingkungan terjadi karena faktor manusia yang menyebabkan bencana ini terjadi," kata Afrial dalam Webinar Diseminasi DSS Sadewa secara daring, Kamis (22/7).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan bencana hidrometeorologi ini terjadi. Pertama, kerusakan kondisi hidrologis di Daerah Aliran Sungai (DAS), seperti degradasi hutan, longsor, erosi, sedimentasi, dan sebagainya. Hal ini pun bisa memicu ancaman bencana yang lebih kompleks.

Selanjutnya, faktor pembangunan yang tidak berkelanjutan dan tidak mempertimbangkan faktor lingkungan. Misalnya, penambangan yang tidak terkendali dan pemanfaatan lahan yang tidak memperhatikan RTRW.

Faktor populasi manusia juga dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi. Populasi yang semakin banyak dapat mengambil ruang lingkungan yang semakin banyak pula.

Kemudian, ada faktor perubahan iklim yang menyebabkan anomali cuaca. "Hal ini yang semakin ekstrem dan tidak menentu," ujar Afrial.

Menyikapi kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk dapat memeriksa potensi bencana di sekitar wilayah mereka melalui aplikasi InaRisk BNPB.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA