Workcation, Tren Kerja Jarak Jauh Di Destinasi Liburan | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

24 November 2021|13:59 WIB

Workcation, Tren Kerja Jarak Jauh Di Destinasi Liburan

Terasa seru melihat postingan orang-orang, namun sesungguhnya banyak juga yang harus diperhatikan untuk bisa melakukan workcation secara tepat atau tagihan kartu kredit berlipat.

Oleh: Rendi Widodo

<i>Workcation</i>, Tren Kerja Jarak Jauh Di Destinasi LiburanIlustrasi workcation. Pexels

JAKARTA - Tren workcation kian meningkat di era kenormalan baru di mana orang-orang memboyong "kantor" mereka ke tempat-tempat yang biasanya dijadikan tujuan wisata.

Aldilano Bryan Kautsar yang bekerja di bidang asuransi adalah salah satu yang sejak tahun lalu menetap sambil bekerja di pulau Dewata. 

Workcation di Bali sebetulnya tidak direncanakan sejak awal. Dia dan istri yang kala itu baru menikah memutuskan berbulan madu di Bali.

"Karena PPKM yang awal itu kita enggak bisa balik ke Jakarta, kami memutuskan full WFH (work from home) di sini, habis itu keterusan," kata Aldi dikutip dari Antara, Rabu (24/11).

Kebetulan, dia dan istri memang tidak dituntut untuk bekerja di kantor selama pandemi. Ruang kerja mereka kini tak lagi di dalam gedung, melainkan di vila, gunung, hingga pinggir pantai. 

Saat penat, mereka cukup berjalan kaki ke pantai yang bisa ditempuh kurang dari lima menit dan kembali setelah pikiran kembali segar.

"Work-life balance masih ada di sini, karena jamnya lebih cepat jadi mulai hari lebih cepat, di saat orang Jakarta baru bangun kita sudah beres-beres dan mulai kerja duluan," kata Aldi yang belum berniat kembali ke Jakarta selama belum diwajibkan bekerja di kantor.

Keuntungan lainnya bekerja di Bali adalah lalu lintas yang lebih bersahabat dan dekat ke berbagai tujuan. Gunung hingga pantai bisa dijangkau lebih mudah dan cepat. Tidak ada lagi cerita terjebak macet saat berangkat dan pulang kerja.

"Kalau di sana (Jakarta) saat malam hari rasanya sudah 'kusut'," dia tertawa. "Dan tempat yang dituju reachable, enggak habis waktu di jalan." 

Koneksi internet yang mumpuni jadi faktor penting yang membuat Bali tepat sebagai tempat workcation.

Marsya, seorang karyawati Jakarta, menetap dua pekan di Bali sebelum kembali ke ibu kota setelah pergi ke Nusa Tenggara Timur. Kehadiran teman yang bisa diajak tinggal bersama jadi faktor penting dalam workcation Marsya kali ini.

Rasa jenuh bekerja di Jakarta mendorongnya untuk mencicipi bekerja sambil berlibur di pulau Dewata, ditambah lagi kasus-kasus covid-19 pun sedang melandai. Awalnya, Marsya berniat tinggal sebulan di Bali, namun dia urung karena kantornya sudah mulai menerapkan kerja dari kantor.

Pekan pertama dia masih merasa gaya kerjanya mirip dengan ketika kerja dari rumah di Jakarta. Kebanyakan dia menghabiskan waktu di dalam vila untuk bekerja. 

Akhirnya, Marsya memutuskan untuk membuat rutinitas, yakni pekerjaan diimbangi dengan aktivitas menyenangkan. Setiap pagi dia pergi ke pantai atau mencari sarapan sebelum bekerja.

Semangat untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru memberi warna dalam rutinitas kerja di kota-kota wisata. Namun, banyak juga yang harus diperhatikan untuk bisa melakukan workcation secara tepat.

Penting untuk mempertimbangkan lokasi penginapan dan fasilitas yang mendukung pekerjaan seperti internet. Carilah penginapan yang sesuai dengan bujet dan memiliki Wi-Fi yang bisa diandalkan.

Jangan lupa atur jadwal keluyuran karena cueknya dengan hal ini akan membuat kita sembrono dengan pengeluaran.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA