Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

30 April 2021|17:05 WIB

Terpaksa Makan Nasi Goreng Saat Sahur, Ini Tips Dari Dokter

Selain mengurangi jumlah minyak, anda perlu menambahkan sumber protein dan sayur pada seporsi nasi goreng

Oleh: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi nasi goreng dengan sayuran (ANTARA/HO)

JAKARTA – Nasi goreng, mungkin jadi jenis makanan favorit banyak orang. Tapi, buat anda yang menjalani puasa Ramadan, pakar kesehatan tak menyarankan Anda menyantap hidangan yang digoreng saat sahur. Pasalnya, hal tersebut bisa menyebabkan masalah pada pencernaan Anda.

Pakar diet dari Aster Hospitals UAE Janani Satchithanantham mengatakan, makanan yang digoreng, terlalu pedas dan daging olahan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Jenis makanan ini juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

Lalu, bagaimana jika terpaksa menghidangkan nasi goreng, karena terbatasnya waktu atau bahan makanan? Apa yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir efek buruknya?

"Ada triknya. Misalnya kita tidak mau lemak berlebihan, minyaknya sedikit saja. Nasi goreng itu bisa dikreasikan bagaimanapun juga disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Tetap bisa dalam bentuk nasi goreng, mau sahur mau buka (puasa)," ujar dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Cindiawaty J Pudjiadi seperti dilansir Antara, Jumat (30/4). 

Menurut dia, tak mesti pakai minyak banyak untuk membuat makanan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia itu. Anda bisa mengurangi jumlahnya.

Kemudian, untuk membuat hidangan ini tak sekedar mengandung karbohidrat dan lemak, Anda bisa menambahkan sumber protein, baik itu hewani nabati seperti daging ayam, telur, daging sapi, ikan dan kacang polong. Mengenai porsi, sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda.

Selain itu, tambahkan sayuran semisal wortel, buncis agar nasi goreng Anda lengkap gizinya. Tetapi saat tubuh sedang mengalami masalah maag dan GERD sebaiknya batasi makanan yang tinggi gas, seperti kol.

"Sekali masak praktis cepat dan komplit. Supaya lengkap ditambah sayur, lalu ditutup dengan buah. Menu nasi porsinya sesuai kebutuhan tubuh, kalau Anda gemuk lebih sedikit. Protein wajib, kadang pasien saja pagi-pagi harus makan dua porsi protein jadi 80-100 gram, pas buka 120 gram, tetapi bisa tetap turun (berat badannya)," kata Cindy.

Pada waktu sahur, bila Anda ingin konsumsi buah yang lebih berair, Anda bisa memilih semangka atau melon. Lalu, minumlah minimal dua gelas air putih demi mencukupi kebutuhan hidrasi Anda. 

Nasgor Resto

Sementara itu, Corporate Executive Chef and food service relation PT. Sasa Inti, Rendy Kongs mempunyai satu tips agar hidangan nasi goreng Anda seperti yang dibuat di restoran, salah satunya beraroma menggoda.

"Tipsnya ala restoran, pastikan minyak panas (sebanyak tiga sendok makan untuk kemudian dimasukkan telur sebelum nasi dan bumbu)," kata dia dalam acara di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dikutip Jumat.

Menurut dia, telur yang dimasak saat minyak sudah panas sempurna memunculkan smokey flavour yang biasanya dihasilkan di wajan baja.

Setelah telur, Anda bisa memasukkan bahan lain seperti daun bawang, nasi dan bumbu nasi goreng (satu bungkus bumbu nasi goreng kemasan biasanya untuk sekitar 400 gram sumber karbohidrat). 

Apabila Anda ingin menambahkan jamur shirataki, pastikan untuk sebelumnya mendidihkannya di air panas lalu tiriskan dan bilas dengan air matang untuk menghilangkan baunya.

Selain jamur, Anda juga menambahkan sayuran seperti wortel, kacang polong dan sumber protein hewani selain tidur misalnya daging ayam, daging sapi, atau ikan ke dalam menu nasi goreng Anda. (Faisal Rachman) 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA