Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

PARIWISATA

09 Juli 2021|15:10 WIB

Taman Nasional Gunung Rinjani Batasi Kuota Pengunjung 25%

Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk aktivitas pendakian Gunung Rinjani, wisata non-pendakian juga memberlakukan aturan serupa.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageFoto Gunung Rinjani/NTB/Terkini/Antarafoto/Jean/Noz/Nasional/30012020

JAKARTA – Merespons tingginya kasus harian covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), Balai Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani membatasi jumlah pengunjung hanya 25% dari kapasitas normal. Kebijakan tersebut berlaku mulai 5-20 Juli 2021 berdasarkan Surat Edaran Gubernur NTB. 

Surat edaran tersebut menjelaskan, untuk pendakian Gunung Rinjani melalui Senaru hanya bisa 38 orang; Sembalun 38 orang; Timbanuh 25 orang; Air Berik 25 orang; Tertebatu 25 orang; dan Torean sebanyak 25 orang.
 
Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk aktivitas pendakian Gunung Rinjani, wisata non-pendakian juga memberlakukan aturan serupa. Destinasi wisata Otak Kokoq Joben hanya boleh dikunjungi 25 orang; Joben Eco Park 163 orang; dan Telaga Biru 110 orang.
 
Treng Willis 125 orang; Ulem-Ulem 125 orang; Air Terjun Jeruk Manis 100 orang; Gunung Kukus 75 orang; Air Terjun Mayung Polak 50 orang; Tangkok Adeng 188 orang; dan Bukit Malang 63 orang. Kemudian, Bukit Gedong 125 orang; Sebau 18 orang; Savana Propok 125 orang; Bukit Telaga 63 orang; Jalur Sepeda Sembalun 25 orang; dan Air Terjun Mangku Sakti 75 orang.

Pemerintah Provinsi NTB berharap, pembatasan ini dapat menekan laju penyebaran covid-19 di NTB. Pembatasan akan dicabut dan akses wisatawan ke tempat wisata bisa kembali normal jika kondisi sudah membaik.

Langkah ini diambil untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat NTB. Penutupan destinasi wisata dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai aturan atau kebijakan pemerintah.

Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah mengimbau kepada masyarakat di wilayah itu untuk disiplin ketat menerapkan protokol kesehatan dalam mengantisipasi masuknya jenis baru covid-19 atau varian delta.

"Kami berharap masyarakat Kabupaten Bima disiplin dalam menerapkan protokol covid-19. Karena itu, wilayah Kabupaten Bima harus terus dijaga agar berada di status zona hijau," kata Zulkieflimansyah, saat menghadiri HUT ke-381 Kabupaten Bima.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER