Susur Sungai Sirau Bakal Jadi Objek Wisata Baru | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

22 November 2021|10:35 WIB

Susur Sungai Sirau Bakal Jadi Objek Wisata Baru

Ada sejarah dan budaya dalam susur Sungai Sirau. Objek wisata itu nantinya bisa memacu adrenalin wisatawan.

Oleh: Satrio Wicaksono

Susur Sungai Sirau Bakal Jadi Objek Wisata BaruDinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur melakukan ujicoba wisata susur Sungai Sirau. Sumber foto: diskominfo.baritotimurkab.go.id

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat menyiapkan susur Sungai Sirau menjadi salah satu objek wisata yang bisa memicu adrenalin.

“Kita sudah tiga kali melakukan uji coba susur Sungai Sirau. Hingga saat ini masih diperlukan perbaikan perbaikan yang ke depannya bisa dijadikan objek wisata susur sungai,” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Barito Timur, Forty Rickyanou, di Tamiang Layang, seperti dikutip dari Antara, Senin (22/11).

Menurutnya, ada sejarah dan budaya dalam susur Sungai Sirau dari Kelurahan Tamiang Layang hingga ke Desa Magantis Kecamatan Dusun Timur. Filosofisnya, pada 1980 hingga 1990-an, warga di Kabupaten Barito Timur menggunakan perahu tradisional yang disebut jukung sebagai moda transportasi sungai.

“Ada lokasi dan beberapa titik lokasi yang bisa memicu adrenalin. Susur Sungai Sirau dari Tamiang Layang ke Desa Magantis bisa memakan waktu hingga tiga jam,” kata Forty.

Setelah tiga kali dilakukan uji coba, maka akan ditindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan dan akan dilakukan uji coba kembali hingga pada akhirnya bisa dibuka sebagai objek wisata.

Jika menjadi objek wisata, maka akan berdampak positif dari segi perekonomian atau peningkatan perekonomian masyarakat melalui UMKM dan retribusi parkir yang menjadi pemasukan desa atau pendapatan daerah. Hal ini sejalan dengan visi dan misi daerah yakni meningkatkan ekonomi kerakyatan agar masyarakat sejahtera.

Pariwisata diharapkan mampu menjadi sektor baru yang akan turut mendongkrak pendapatan asli daerah. Sektor ini juga diharapkan turut mendorong percepatan pemulihan ekonomi daerah.

“Intinya konsep dan skemanya dulu diselesaikan. Setelah bisa operasional dengan mengedepankan keselamatan pengunjung, maka bisa dilaksanakan opening,” ujar Forty.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA