Solo Jadi Pilot Project Pengembangan Wellness Tourism | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

20 November 2021|16:49 WIB

Solo Jadi Pilot Project Pengembangan Wellness Tourism

Dengan promosi ini, diharapkan wisata kebugaran bisa menjadi top of mind bagi wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Rendi Widodo

Solo Jadi <i>Pilot Project</i> Pengembangan <i>Wellness Tourism</i>Kraton Surakarta. Dok. Ist./Yukpigi

JAKARTA – Di tengah masifnya pembukaan wisata berbasis alam, pemerintah Indonesia juga terus mendorong pengembangan wellness tourism atau wisata kebugaran. Untuk tahapan awal, Solo dipilih menjadi pilot project bersama Yogyakarta dan Bali. 

Ketiga kota ini dipilih karena memiliki infrastruktur yang sudah memadai dan menjadi tiga kota yang paling banyak didatangi wisatawan.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, mengharapkan dengan promosi ini wisata kebugaran bisa menjadi top of mind bagi wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara.

Dengan demikian, semakin banyak destinasi wisata di Indonesia yang bisa dipilih oleh masyarakat.

“Tidak hanya tiga daerah tersebut, ke depan masih banyak daerah-daerah lain, lantaran masih banyak lagi potensi-potensi lainnya yang bisa dikembangkan,” kata Angela dalam keterangannya, Sabtu (20/11).

Lebih lanjut, pada masa pandemi covid-19 saat ini, wisata kebugaran menjadi salah satu tren wisata yang menjanjikan. Hal itu karena masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya mulai dari kesehatan fisik, mental, emosional, dan sosial.

“Isu kesehatan menjadi isu yang paling banyak diperbincangkan saat ini. Untuk itu, kegiatan ini bisa mendorong pengembangan awareness tentang potensi wisata kebugaran di Indonesia, dan semakin mengukuhkan Kota Solo sebagai the city of java wellness,” katanya.

Seperti diketahui, wellness tourism adalah wisata minat khusus yang bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh wisatawan. Di Indonesia, pengembangan pariwisata di sektor kesehatan sebenarnya telah diinisiasi sejak 2012. Harapannya, dapat mewujudkan Indonesia sebagai destinasi Pariwisata Kesehatan Dunia.

Angela juga menjelaskan, saat pandemi sudah terlihat peningkatan pencarian di internet dengan topik “wellness destination”. 

Indonesia pada 2017, menurut riset dari Global Wellness Tourism Economy, berada di peringkat ke-17 sebagai destinasi wisata kebugaran. Segmen ini bahkan tercatat mampu menyerap angkatan kerja sebanyak 1,31 juta orang.

Meskipun masih berada di posisi ke-17 hal tersebut harus dijadikan motivasi bagi seluruh pihak untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan potensi wisata kebugaran secara global dan potensi pertumbuhannya di masa mendatang. 

Terlebih Indonesia memiliki keistimewaan seperti kekayaan alam, budaya dan tradisi yang menjadi aset penting bagi wisata kebugaran.

“Seperti produk herbal, jamu, aromaterapi, meditasi, retret, makanan sehat, geotermal, dan lainnya,” imbuhnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER