Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

PARIWISATA

12 Mei 2021|17:27 WIB

Sandiaga Ingin Semua Destinasi Wisata Jalani Prokes Ketat

Kemenparekraf akan memperkuat koordinasi dengan pemda memastikan prokes diterapkan secara ketat.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageMenparekraf Sandiaga Uno memakai kupiah adat Aceh hasil kerajinan UMKM rumahan., Minggu (2/5). ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengimbau seluruh destinasi wisata menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin selama libur Hari Raya Idulfitri. Pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan hal itu.

"Pemantauan kesiapan destinasi wisata di masing-masing wilayah lokal kami terus koordinasi," kata Sandi, dalam keterangan resminya, Rabu (12/5).

Di musim Lebaran tahun ini, pemerintah melarang masyarakat untuk mudik guna menekan penyebaran covid-19. Namun masyarakat masih diperbolehkan berwisata di dalam kota.

Sandiaga mengatakan, kebijakan ini sepenuhnya diatur oleh pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. Untuk itu, Sandi mendorong pelaku usaha, baik destinasi wisata ataupun sentra ekonomi kreatif untuk juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Seperti di DKI Jakarta yang telah mengeluarkan kebijakan bagi destinasi wisata yang buka, kapasitasnya dibatasi maksimal 30% dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," ujarnya.

Sandi berharap pengelola wisata dan pengunjung dapat menjaga protokol kesehatan agar tidak memicu klaster baru. Menurut Sandi, dibutuhkan kemauan yang kuat untuk saling menjaga dari pemerintah dan juga masyarakat.

"Kewaspadaan harus ditingkatkan dan masyarakat juga bisa mengawasi," ujarnya.
 

Sandi melanjutkan, travel corridor arrangement terus dilakukan sambil memantau situasi pandemi covid-19 di Batam dan Bintan serta zona Bali. Kemenparekraf juga secara aktif berkoordinasi secara intensif lintas K/L serta melakukan monitoring dan evaluasi dengan unsur pemda di tiga zona tersebut.

"Semua isu dipetakan secara rinci, mana yang menjadi kewenangan K/L dan Pemda untuk diselesaikan sebagai bentuk aspek penawaran dan diplomasi dengan negara fokus pasar sebagai aspek permintaan," imbuhnya.

Dari hasil monitoring dan evaluasi sementara yang dilakukan, kawasan wisata Bintan Resort Cakrawala di Lagoi Bintan saat ini memenuhi kriteria aman dengan tingkat risiko rendah. Positivity rate di bawah 5% dan merupakan kawasan enclave yang tidak bersinggungan langsung dengan penduduk. 

Sistem protokol kesehatan yang baik, terdapat pembagian zonasi dalam kawasan, dan dukungan layanan kesehatan yang sangat memadai.

"Bulan Juni/Juli masih kita targetkan untuk terwujudnya konsep travel bubble. Namun perlu digaris bawahi, sepanjang pandemi covid-19 di masing-masing daerah benar-benar terkendali. Kita ingin travel bubble ini dilakukan berbasis fakta dan data," pungkasnya. (Dwi Herlambang)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER