Selamat

Selasa, 21 September 2021

15 September 2021|08:00 WIB

Sabar, Rencana Pembukaan Bioskop Belum Rampung Dibahas

Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) berencana memulai operasional bioskop di Jakarta mulai Kamis, 16 September 2021

Oleh: Faisal Rachman

ImageIlustrasi. Pembukaan bioskop di Jakarta, akhir 2020 lalu. Antara Foto/M Risyal Hidayat

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan, sampai saat ini rencana pembukaan bioskop masih dalam pembahasan. Hal ini menjadi penegasan, sekalipun pemerintah pusat telah memutuskan bioskop boleh kembali beroperasi di wilayah dengan status PPKM Level 3 dan 2.

Begitu juga dengan kabar yang menyebutkan pengusaha bioskop siap membuka kembali operasional bioskop mulai 16 September 2021 besok. 

"Sekarang ini sektor pariwisata baru dibuka, ancol, TMII sudah mulai dibuka (uji coba), tapi untuk bioskop masih dalam pembahasan," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (14/9). 

Meski demikian, Riza memberi angin segar. Menurutnya, sarana hiburan bagi masyarakat itu bisa segera dibuka dalam waktu dekat, karena pembahasan akan segera dirampungkan.
 
 "Kami meminta untuk bersabar ya, karena tidak lama lagi (pembahasan rampung)," ujar Riza.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, bioskop dapat kembali beroperasi pada wilayah dengan PPKM Level 2 dan 3. Pelonggaran ini, lanjutnya, seiring dengan situasi yang semakin baik, serta implementasi protokol kesehatan dan aplikasi PeduliLindungi yang semakin gencar.

"Pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50% pada kota-kota level 3 dan level 2, namun dengan kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hanya penduduk dari yang wilayah terkategori zona hijau yang dapat memasuki area bioskop," kata Luhut.

Pemerintah sendiri, resmi memperpanjang PPKM di Pulau Jawa-Bali pada 14-20 September 2021. Namun, ada sejumlah penyesuaian yang ditetapkan, termasuk pembukaan kembali bioskop dengan ketentuan jumlah pengunjung maksimal 50%

Pembukaan bioskop pun harus melalui skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Hanya masyarakat yang masuk dalam kategori hijau atau sudah divaksin lengkap yang diperbolehkan mengunjungi bioskop.


Penurunan Tren
Menurutnya, dalam penerapan perpanjangan PPKM Level 4, 3 dan 2 periode 6-13 September 2021, terjadi penurunan tren kasus konfirmasi secara nasional hingga 93,9%. Secara spesifik di Jawa-Bali turun hingga 96% dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu. Kemudian kini, jumlah kasus aktif juga turun di bawah 100.000.

Terpisah, Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) berencana memulai operasional bioskop di Jakarta mulai Kamis, 16 September 2021. Jadwal ini dianggap mereka sejatinya sudah mundur dari jadwal semula pada Selasa kemarin, karena ada beberapa syarat administrasi yang harus dipenuhi.
 
"Kami Insyaallah buka mulai Kamis 16 September karena ada surat-surat yang mesti diselesaikan besok (14/9)," kata Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Bioskop Indonesia Djonny Syafruddin di Jakarta, Selasa.
 
Menurut dia, persyaratan protokol kesehatan seperti penyediaan barcode aplikasi PeduliLindungi di seluruh bioskop, sudah disiapkan dengan baik. Sekarang, pengusaha menurutnya hanya tinggal menunggu pelaksanaan teknisnya di lapangan.
 
"Itu sih udah lulus. Kami sudah kirim, barcode sudah kirim. Itu sudah tidak ada masalah, tinggal pelaksanaan teknisnya di lapangan," cetusnya.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, pada Kamis (16/9) nanti, ada sekitar 400 bioskop di Ibu Kota yang siap beroperasi kembali dengan kapasitas maksimal sebanyak 50%. Ia juga meminta masyarakat yang akan berkunjung untuk mematuhi protokol kesehatan seperti syarat wajib vaksin.
 
"Seluruh Indonesia ada 2015 layar. Di Jakarta 400 sekian" tuturnya.

Ia menegaskan, setiap pengunjung harus sudah vaksin dan jika belum, maka petugas akan melarang untuk masuk bioskop.


 
Batasan Kapasitas

Terkait dengan batasan kapasitas, asosiasi meminta maksimal 50% karena alasan keekonomian. "Karena jika 25%, orang tidak mau ngasih film, dari yang memiliki film seperti rumah produksi (PH), hingga importir, mereka tidak mau jika 25% kecil pasarnya," kata Djonny.

Menurutnya, GPBSI sejauh ini sudah sangat patuh dalam mengikuti semua ketentuan dari PSBB hingga PPKM. “Kalau nantinya pemerintah tidak mengizinkan bioskop buka, ya kami gak buka. Kami kan patuh sebagai rakyat dan warga DKI," ucapnya.

Dalam persiapan untuk pembukaan bioskop ini, Djonny menegaskan pihak asosiasi sudah sangat siap untuk menjalankan ketentuan mulai dari penentuan jam operasional. Termasuk soal kapasitas, protokol kesehatan, hingga penggunaan aplikasi peduli lindungi sebagai syarat skrining vaksinasi bagi warga.

Sementara itu, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) berharap ada pembukaan kembali bioskop dalam penerapan PPKM Level 3 di DKI Jakarta. Pasalnya, pembukaan bioskop diyakini dapat meningkatkan jumlah pengunjung ke mal.

Karena itu, Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyambut baik jika ada keputusan relakasasi. Apalagi dengan pembatasan kapasitas maksimal pengunjung di dalam bioskop sebesar 50%.

"Beroperasinya kembali bioskop dengan kapasitas maksimal 50% diharapkan dapat menaikkan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan," kata Alphonzus.

Alphonzus mengungkapkan, sebelumnya Pemerintah memang mewacanakan beroperasinya kembali bioskop dengan kapasitas maksimal 25%. Namun menurutnya, jika kapasitas bioskop dibatasi hanya 25%, kondisi tersebut belum bisa mendongkrak tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan secara signifikan.

Saat ini, jumlah pengunjung ke pusat perbelanjaan di DKI Jakarta masih terus meningkat, meskipun bertahap dan cenderung lambat."Sampai dengan akhir pekan kemarin, rata-rata tingkat kunjungan sekitar 35%,” serunya. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA