Ratusan Pengemudi Tesla Tak Bisa Nyalakan Mobilnya | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

22 November 2021|19:12 WIB

Ratusan Pengemudi Tesla Tak Bisa Nyalakan Mobilnya

Para pengguna Tesla lebih senang menggunakan fitur-fitur kecanggihannya, meski masih memungkinkan menggunakannya secara "manual".

Penulis: Kevin Sihotang,

Editor: Satrio Wicaksono

Ratusan Pengemudi Tesla Tak Bisa Nyalakan MobilnyaIlustrasi Aplikasi Tesla pada Perangkat Mobile. Shutterstock/dok

JAKARTA – Mobil listrik kini menjadi primadona masyarakat dunia. Mobil yang diklaim lebih ramah lingkungan itu tak jarang dilengkapi dengan teknologi mutakhir, yang akhirnya membuat harga jual lebih mahal. 

Seperti yang dimiliki Tesla. Salah satu pabrikan mobil listrik terpopuler yang memungkinkan konsumen bisa menyalakan mesin mobil hanya dengan menggunakan aplikasi di ponsel pintar. Canggih bukan? 

Namun, kecanggihan yang bisa dimanfaatkan masyarakat itu sejatinya bukan tanpa masalah. Mengingat, kecanggihan ini sangat bergantung pada ketersediaan tenaga listrik dan internet, maka kesalahan-kesalahan teknis kemungkinan bisa tetap terjadi.

Baru-baru ini, beredar laporan bernada protes di media sosial, di mana ratusan pengguna Tesla tidak bisa menyalakan mesin mobilnya atau bahkan masuk ke dalam mobilnya. Hal itu dikarenakan adanya pemadaman server Tesla di AS, yang membuat banyak aplikasi yang dimiliki para konsumen menjadi error.

Dilansir BBC yang mengutip situs DownDetector, sebanyak 500 pengguna melaporkan kesalahan atau error dari aplikasi di ponsel mereka. Disusul lebih dari 60 laporan lainnya dalam kurun waktu 5 jam kemudian.

“Saya terjebak selama satu jam jauhnya dari rumah karena saya biasanya menggunakan ponsel saya untuk menyalakan mobil saya,” tulis salah satu user di media sosial Twitter.

“Saya mengalami 500 kesalahan server untuk terhubung pada @tesla Model 3 saya di aplikasi iOS saya di Seoul, Korea Selatan. Sepertinya ini merupakan masalah di seluruh dunia. @elonmusk,” tulis salah satu pengguna dari Korea Selatan bernama Jaehwan Cho. 

Bos Tesla, Elon Musk, sempat merespon cuitan Jaehwan Cho itu.

“(sedang) memeriksa,” tulis Musk. 

“Maaf, kami akan mengambil tindakan untuk memastikan (hal) ini tidak terjadi lagi,” cuit Musk lagi. 

Alternatif Lain

Aplikasi Tesla di ponsel sebenarnya bukan satu-satunya akses untuk menyalakan mobil canggih itu. Setidaknya itu yang disampaikan oleh Stuart Masson, seorang editor di situs The Car Expert.

Alternatif lain yang dimaksud sebenarnya tidak terlalu spesial. Alternatif itu adalah kunci mobil. Ya, banyak dari konsumen terkesan sangat bergantung pada kecanggihan di aplikasi ponsel pintar. Jika saja mereka membawa kunci mobil mereka, tentu mereka bisa menggunakan mobil canggih mereka itu dengan cara “kuno” tersebut.

“Tentu saja Anda dapat menggunakan kunci untuk membuka mobil, (namun) naluri alami banyak pengemudi Tesla yang membeli salah satu model berteknologi paling tinggi di pasar adalah mengandalkan teknologi tersebut,” katanya kepada BBC, dikutip Senin (22/11).

“Dalam lingkup lebih luas, Tesla adalah korban dari kesuksesan mereka sendiri. Teknologi membuat segalanya menjadi nyaman, tapi bergantung pada server yang bekerja 100% sepanjang waktu, ini sama saja dengan meninggalkan rumah tanpa (membawa) kartu kredit saya dan berharap bisa membayar sesuatu dengan ponsel cerdas saya. Jika kita bergantung pada satu mekanisme sepanjang waktu, kita bisa terjebak,” pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER