Selamat

Rabu, 22 September 2021

24 Juli 2021|17:29 WIB

Raih Medali Pertama, Bonus Rp1,1 Miliar Menanti Windy Cantika

Lifter berusia 19 tahun ini meraih medali perunggu di Olimpiade setelah mencatatkan total angkatan 194kg, dengan snatch 84kg dan clean and jerk 110kg

Oleh: Faisal Rachman

ImageLifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah bertanding di Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Antara Foto/Sigid Kurniawan

JAKARTA - Sukses meraih medali perunggu angkat besi putri kelas 49kg di Olimpiade Tokyo 2020, Sabtu (24/7) bonus dipastikan mengalir ke kantong Windy Cantika Aisah. Sedikitnya Rp1,1 miliar bakal didapat lifter asal Kabupaten Bandung itu.
 
Besaran bonus tersebut seperti yang dijanjikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Peraih emas bakal diguyur bonus Rp5 miliar, perak Rp2 miliar dan perunggu Rp1 miliar. Selain itu bonus juga datang dari pihak swasta.
 
Pihak swasta yang sudah memastikan mengucurkan bonus adalah bos dari J99.Corp, Gilang Widya Pramana dengan besaran, emas Rp500 juta, perak Rp250 juta dan perunggu Rp100 juta. Selain mengucurkan bonus, pemilik bus Juragan 99 ini juga menyiapkan dua bus operasional Tim Indonesia.
 
"Para atlet perlu diapresiasi, sehingga dapat memberikan motivasi dan mendorong peningkatan prestasi di masa mendatang. Bentuk dukungan ini agar para atlet semakin semangat dan bisa meningkatkan prestasinya dalam membawa nama besar Indonesia," kata Gilang sebelumnya.
 
Medali yang diraih Windy Cantika merupakan yang pertama bagi kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Hasil yang diraih oleh lifter muda ini juga menyambung tradisi medali angkat besi Indonesia di Olimpiade.

Lifter berusia 19 tahun ini meraih medali perunggu setelah mencatatkan total angkatan 194kg, dengan snatch 84kg dan clean and jerk 110kg. Sementara medali emas direbut oleh lifter China Hou Zhihui yang membukukan total angkatan 210kg (snatch 94kg dan clean and jerk 116kg).
 
Lifter India Chanu Mirabai berhak atas medali perak, seusai mencatatkan angkatan total 202kg dengan snatch 87kg dan clean and jerk 115kg.

Dalam debutnya di ajang Olimpiade, Windy Cantika harus gagal terlebih dahulu saat melakukan angkatan snatch 84kg di percobaan pertama. Dia baru mampu mengangkat barbel seberat 84kg itu di kesempatan kedua.
 
Sayangnya, Windy kembali gagal ketika mencoba menambah beban angkatannya menjadi 87kg pada percobaan ketiga. Beruntung kegagalan tersebut langsung ditebus saat ia melakukan angkatan clean and jerk.
 

Windy tak menemukan hambatan yang berarti saat melakukan angkatan clean and jerk dalam tiga kesempatan. Atlet berusia 19 tahun itu dengan mudah mengangkat angkatan dimulai dengan 103kg, 108kg, hingga 110kg, dan memastikan medali perunggu untuk Indonesia. 

Delapan Besar
Sebelumnya, lolosnya Windy ke Olimpiade itu didapat setelah dia berhasil menembus posisi delapan besar dunia kelas 49kg, yang merupakan batas aman lolos ke pesta olahraga empat tahunan itu. Ia mencatatkan hasil apik pada beberapa turnamen kualifikasi yang digelar sejak 2019 dengan mengumpulkan total 3286,3327 poin dan berada di peringkat kelima dunia.
 
Turnamen pertama yang menjadi turnamen yang masuk dalam perhitungan poin kualifikasi adalah Asian Championships di China pada April 2019. Ia mencatatkan angkatan total 177kg dari snatch 80kg dan clean and jerk 97kg.
 
Windy mempertajam catatan tersebut pada ajang IWF Junior World Championship di Fiji pada Juni 2019 dengan total angkatan 179kg, snatch 81kg dan clean and jerk 98kg.
 
Atlet asal Jawa Barat tersebut melanjutkan tren positif itu saat tampil di IWF World Championships 2019 di Pattaya. Saat itu, ia membukukan total angkatan 182kg, snatch 82kg, clean and jerk 100kg, serta Asian Junior Championships 2019 di Pyongyang, Korea Utara (total angkatan 186kg, snatch 84kg dan clean and jerk 102kg).
 
Puncak prestasi Windy pada 2019 ditorehkannya dalam SEA Games 2019 di Filipina ketika dia memecahkan rekor dunia di kelas 49kg junior dengan total angkatan 190kg dari snatch 86kg dan clean and jerk 104kg.
 
Setelah tampil apik di SEA Games 2019, Windy kembali menambah koleksi medali emasnya dalam Asian Junior Championships di Tashkent, Uzbekistan, Februari 2020.
 
Meski meraih emas, namun angkatan Windy justru menurun dibanding yang ditorehkannya di SEA Games 2019. Dia membukukan angkatan total 185kg dari angkatan snatch 85kg dan clean and jerk 100kg.
 
Sempat vakum dari berbagai kejuaraan internasional karena pandemi covid-19, Windy baru tampil lagi di Asian Championships di Tashkent, Uzbekistan, April 2021. Dia mencatatkan total angkatan 189kg, snatch 87kg dan clean and jerk 102kg. Hasil itu sekaligus memastikan tiket Olimpiade 2020 Tokyo.
 
Turnamen terakhir yang diikuti Windy sebelum ke Tokyo adalah IWF Junior World Championships di Tashkent, Uzbekistan pada Mei lalu. Dia berhasil merebut medali emas setelah meraih total angkatan 191kg dengan rincian snatch 86kg dan clean and jerk 105kg.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA