Selamat

Kamis, 20 Januari 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

26 November 2021

19:37 WIB

Perangkat IoT Karya Mahasiswa Unair Amankan Distribusi Vaksin

Mahasiswa Unair membuat inovasi untuk membantu menjaga kualitas vaksin selama distribusi dengan perangkat berbasis IoT.

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Rendi Widodo

Perangkat IoT Karya Mahasiswa Unair Amankan Distribusi Vaksin
Purwarupa perangkat IoT buatan mahasiswa Unair. Dok. Unair

JAKARTA - Vaksin yang juga menjadi kebutuhan kita untuk dapat beraktivitas di luar rumah atau tempat umum selama pandemi. Kini, vaksin Covid-19 pun menjadi kebutuhan krusial untuk mengatasi pandemi.

Melihat kondisi tersebut, Tim Astrai Next Gen dari Universitas Airlangga (Unair) membuat sebuah inovasi untuk membantu vaksin tersebut agar tetap terjaga kondisinya. Demi memastikan proses distribusi vaksin covid-19 aman, mereka pun membuat perangkat IoT.

"Jadi, kita menciptakan sebuah perangkat IoT untuk monitoring suhu dan kelembaban saat pendistribusian vaksin," ujar Halid Misfal, ketua tim, dikutip dari laman resmi Unair, Jumat (26/11).

Dalam inovasi ini, Halid dan tim menawarkan sensor temperatur suhu pada cold chain thermo. Hal tersebut bisa membuat kualitas vaksinnya terbaca selama perjalanan. Pasalnya, sifat vaksin covid-19 sangat sensitif terhadap suhu udara.

"Sebagai contoh Pzifer, vaksin covid-19 ini harus disimpan dalam suhu -25 sampai -15 derajat celcius," tuturnya.

Sementara itu, Tim Astrai Next Gen juga menawarkan fitur lain untuk memantau keberadaan vaksin covid-19 selama proses distribusi. Hal tersebut dilakukan agar tujuannya terarah hingga ke tempat pelaksanaan vaksinasi.

Oleh sebab itu, mahasiswa Unair tersebut menambahkan fitur tracking GPS. Mereka pun membuat fitur tersebut untuk melakukan pelacakan pada cold chain (rantai dingin), sehingga pemantauan yang dilakukan bisa secara real time.

"Semuanya itu bisa dipantau melalui aplikasi android yang telah kami kembangkan," terangnya.

Di samping keunggulan tersebut, tentu ada sebuah hambatan juga yang dialami mereka untuk menciptakan alat tersebut. Halid menyebut, bahwa ada perbedaan maksud dalam proses menyusun fitur dan pemrograman.

Akan tetapi, hambatan tersebut pun dapat diatasi dengan kerjasama tim dan dosen pembimbing. Meski begitu, para mahasiswa itu berharap agar inovasi ini dapat berkembang dalam segi sistemnya.

Salah satunya dengan melakukan upgrade sensor yang benar-benar untuk industrial. Kemudian, mereka juga akan membuat simulasi perangkat IoT yang dapat dipasangkan ke truck cold chain

"Jadi, visualisasi-nya bisa terlihat jelas," imbuh mahasiswa vokasi tersebut.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER