Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

13 Oktober 2021|18:12 WIB

Penyakit Ginjal Kronik Bisa Turunkan Hasrat Seksual

Bahkan bisa menyebabkan impotensi pada penderita laki-laki, karena gangguan pasokan darah ke organ vital.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi gagal ginjal. Shutterstock/dok

JAKARTA – Penyakit ginjal kronik merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Seseorang yang mengidap penyakit ini diwajibkan melakukan terapi cuci untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah rusak. Setidaknya, terapi ini harus mereka lakukan selama tiga kali dalam satu minggu dan dilakukan selama seumur hidup. 

Situasi tersebut jelas membuat para pasien menderita. Sayangnya, penderitaan itu tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Khusus pasien gagal ginjal laki-laki, penyakit ini juga turut mempengaruhi penurunan hasrat seksual bahkan juga bisa menyebabkan impotensi. 

Dalam sebuah laporan di National Kidney Federation (NKF), penyebab terjadinya impotensi bagi pasien ginjal kronik laki-laki disebabkan dengan adanya gangguan pasokan darah ke organ vital. Misalnya, untuk membuat penis mengeras atau ereksi diperlukan dorongan darah yang cukup, dan pada kasus ini dorongan darah menjadi minim.

“Sebabnya adalah terjadi penyempitan pembuluh darah yang membuat pasokan darah terganggu,” bunyi laporan tersebut sebagaimana dikutip dari NKF, Rabu (13/10). 

Di sisi lain, pasien juga kerap menemui kesulitan untuk terus mempertahankan penisnya tetap keras karena pasokan darah yang dibutuhkan pada saat berhubungan seks tidak bisa bertahan lama di dalam penis. Selain itu, pasien juga mengalami gangguan hormonal, di mana testis kurang memproduksi hormon testosteron. 

Penyebab lainnya ialah terjadinya kerusakan saraf, padahal saraf memiliki peran dalam terjadinya ereksi dan ketika saraf rusak tentu hal ini akan membuat hasrat menurun. Pun, pasien ginjal kronik yang harus selalu mengkonsumsi obat-obatan seperti atenolol, propranolol, metoprolol, dan bisoprolol juga dapat mempengaruhi menurunnya hasrat. 

Terakhir adalah masalah dalam berelasi, di mana sebagai seseorang yang mengidap gagal ginjal ia akan merasakan tekanan psikologis yang teramat berat. Tekanan tersebut sangat mungkin mempengaruhi hubungan pasien dengan pasangannya. 

“Misalnya pekerjaan rumah tangga, seperti memandikan yang dulunya dilakukan oleh pasien, kini terkadang harus dilakukan oleh pasangannya. Ini dapat menyebabkan pertengkaran atau kebencian di kedua sisi hubungan,” tutupnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA