Selamat

Selasa, 21 September 2021

15 September 2021|11:51 WIB

Pengingat Indonesia Darurat Sampah Plastik

Membuat seni instalasi dengan bahan sampah plastik

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageLorong sampah botol plastik. Ist/dok

JAKARTA – Indonesia menjadi negara dengan peringkat kedua sebagai penyumbang sampah plastik ke lautan. Sebanyak 3,2 juta ton sampak plastik bermuara ke lautan lewat aliran-aliran sungai, setiap tahunnya. Kondisi ini akan menjadi jelas menjadi ancaman bagi lingkungan dan manusia.

Sebagai pengingat, Ecoton, yang merupakan wadah gerakan sosial, menyelenggarakan pameran seni instalasi dari sampah plastik. Pesannya, sebagai pengingat kepada umat manusia untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Pameran dilangsungkan di kantor Ecoton, Desa Krajan, Gresik, Jawa Timur. 

Pegiat Zero Waste di Ecoton, Tonis Afrianto menjelaskan, pameran ini diinisiasi oleh beberapa orang dengan tema dasar memvisualisasikan sampah yang selama ini sering diihat. Ada empat instalasi sampah yang dibuat sejak pertengahan Agustus dan direncanakan akan rampung semua pada pertengahan September. 

"Pembangunannya kurang lebih adalah satu bulan," kata Tonis kepada Validnews, Selasa (14/9).

Ia menjabarkan, instalasi pertama menggambarkan sebuah pohon yang terlilit plastik, hingga kering dan mati. Instalasi ini terinspirasi dari kegiatan susur sungai Nusantara, di mana Ecoton melakukan operasi plastik. Dalam operasi itu, banyak pohon di pinggiran sungai yang dipenuhi sampah plastik pada bagian akarnya. 

"Setelah sampah itu terkumpul kita visualisasikan menjadi salah satunya yang ada di pameran ini yaitu sebuah pohon yang terlilit plastik," ujarnya. 

Instalasi kedua adalah menggambarkan jaring nelayan yang penuh dengan sampah plastik. Bukan ikan yang mereka dapatkan dari menjala, tapi sampah. Ide ini muncul dari keluhan-keluhan para nelayan. 

Instalasi selanjutnya adalah sebuah lorong yang terbentuk dari susunan botol plastik. Setidaknya, dibutuhkan 3.554 botol plastik untuk memuat karya itu. Lorong ini akan memberikan edukasi bagi para pengunjung bahwa saat ini Indonesia sudah di bawah kendali sampah. 

"Sampah yang kita dapatkan dan botol-botol itu dicuci dulu sampai bersih, kita keringkan dan diinstal di lorong," ujarnya.

Terakhir adalah instalasi dalam lautan dan sungai. Di situ, tim membuat instalasi keadaan bawah laut dan sungai yang situasinya pada hari ini sudah tercemar dengan berbagai sampah plastik. Ada juga sampah kresek, sampah sendal, dan sampah saset. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA