Selamat

Minggu, 5 Februari 2023

KULTURA

28 November 2022

20:54 WIB

Panduan Menjadi Wisatawan Ramah Lingkungan

Tak ada salahnya menjadi wisatawan yang bijak dan ramah lingkungan.

Penulis: Mahareta Iqbal,

Editor: Satrio Wicaksono

Panduan Menjadi Wisatawan Ramah Lingkungan
Sejumlah pengunjung berswafoto di atas jembatan kayu di kawasan wisata konservasi mangrove di Desa Koya, Teluk Tomori, Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Antara foto/dok.

JAKARTA - Kunjungan wisatawan di Indonesia terus mengalami kenaikan. Prospek pariwisata di Indonesia yang terus berkembang, menuntut adanya pembangunan sarana prasarana yang dapat meningkatkan daya saing wisata.

Hal tersebut tentunya memberikan dampak yang positif berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kreatif di sekitar lokasi wisata. 

Disamping dampak positif dari sektor pariwisata, jumlah wisatawan serta pembangunan sarana prasarana penunjang pariwisata yang terus meningkat juga memberikan dampak negatif, meningkatnyajumlah sampah yang dihasilkan.

Sampah-sampah yang tidak melalui pengelolaan yang baik, dapat mempengaruhi kebersihan dan kenyamanan daerah wisata itu sendiri. Lebih dari itu, sampah-sampah yang dihasilkan oleh wisatawan dapat berdampak pada pencemaran lingkungan secara lebih luas.

Dilansir dari laman dlhk.jogjaprov.go.id, sampah yang dihasilkan dari sektor pariwisata didominasi oleh sampah anorganik berupa sampah plastik. Indonesia menjadi penghasil sampah plastik yang berakhir ke laut terbesar kedua setelah China, yaitu sebesar 197.2 juta ton.

Sistem pengelolaan sampah di daerah wisata perlu menjadi perhatian khusus untuk mengatur sampah yang dihasilkan oleh para wisatawan di sekitar lokasi wisata. Pengelolaan sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos untuk pohon-pohon di sekitar daerah wisata.

Selain itu, sampah organik juga mampu dimanfaatkan sebagai biogas yang mampu menjadi energi penggerak untuk meningkatkan optimasi operasional industri-industri kreatif disekitar lokasi wisata. Sedangkan, sampah anorganik dikelola melalui sistem daur ulang menjadi produk dengan nilai yang lebih tinggi, seperti kerajinan atau produk lain sejenis.

Demi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan wisata, ada baiknya wisatawan mampu menjadi wisatawan yang bijak dan ramah lingkungan dalam menikmati fasilitas wisata yang ada. Nah, berikut ini panduan menjadi wisatawan bijak yang ramah lingkungan saat berlibur ke suatu destinasi wisata:

Patuhi Aturan Lokasi Wisata

Peraturan yang dibuat pada suatu lokasi wisata bertujuan untuk memberikan kenyamanan serta keamanan bagi para wisatawan. Selain itu, peraturan juga dibuat bertujuan untuk melindungi kelestarian lokasi wisata. Oleh karena itu, penting bagi wisatawan untuk mengikuti peraturan yang ada.

Membawa Tempat Makan dan Minum Pribadi

Banyak fasilitas tempat wisata berupa warung-warung yang menjual makanan dan minuman kemasan botol plastik sekali pakai. Hal tersebut terbilang praktis oleh sebagian orang. Ketika sudah habis para wisatawan cenderung membuangnya dan kemasan tersebut berakhir menjadi sampah.

Untuk itu, salah satu langkah untuk meminimalkan produksi sampah adalah dengan membawa tempat makan dan minum pribadi yang aman digunakan berulang-ulang.

Membawa Kantong Belanja Pribadi

Selain membawa bekal pribadi, upaya yang dapat dilakukan mengurangi produksi sampah adalah dengan tidak menggunakan kantong plastik ketika berbelanja dan menggantinya dengan kantong belanja pribadi yang dapat digunakan berulang kali.

Biasanya setelah berbelanja, kantong plastik tersebut, sama halnya seperti botol-botol plastik minuman dan sejenisnya, akan berakhir di tempat sampah. Bisa juga, berakhir di sembarang tempat.

Oleh karena itu, biasakan membawa kantong belanjaan sendiri jika ingin berbelanja di tempat-tempat wisata demi mengurangi produksi sampah di lokasi wisata. 

Membawa perlengkapan pribadi

Perlengkapan lain yang perlu dipersiapkan saat berwisata adalah peralatan mandi, peralatan makan serta perlengkapan pribadi lainnya. Pengurangan menggunakan sabun dan shampo kemasan, sendok garpu plastik, sedotan plastik, tisu basah serta penggunaan pembalut kain atau reusable menstrual cups merupakan salah satu langkah untuk mengurangi produksi sampah plastik saat berwisata.

Membuang Sampah Sesuai Kategori Sampah

Penggunaan produk plastik memang masih erat dalam kehidupan sehari-hari dan belum dapat sepenuhnya kita gantikan dengan alternatif lain. Setiap orang dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari kegiatan yang mampu memproduksi sampah plastik, tak terkecuali kegiatan pariwisata.

Salah satu fasilitas yang harus disediakan oleh pengelola adalah tempat sampah dengan pembagian kategori sampah dan wisatawan wajib untuk membuang sampah yang dihasilkan ke tempat sampah sesuai dengan kategori.

Bijak Berbelanja Saat Berwisata

Berfikir ulang dengan penuh pertimbangan sebelum berbelanja sering menjadi hal yang terlewatkan dan menantang. Banyak hal yang sebenarnya perlu dipertimbangkan sebelum kita memutuskan membeli sesuatu, seperti apakah barang atau makanan ini betul-betul kita butuhkan? Apakah barang atau makanan ini akan menghasilkan sampah plastik yang sulit dikelola?

Bisa juga pertanyaan serupa apakah kita mampu menggantikan resiko produksi sampah dengan barang pribadi milik kita? Apakah waktu pemakaian barang tersebut cukup lama? Atau, apakah kita mampu menghabiskan makanan yang kita beli sehingga tidak menghasilkan sampah yang lain?

Pertanyaan-pertanyaan demikian perlu dipertimbangkan dengan bijak saat berbelanja di lokasi wisata agar kita sebagai wisataran mampu mempertanggungjawabkan sampah-sampah yang nantinya kita produksi. 

Tak ada salahnya menjadi wisatawan yang bijak dan ramah lingkungan. Gerakan kecil ini jika diupayakan secara masif tentunya juga akan berpengaruh besar terhadap keberlangsungan lingkungan yang bersih di masa sekarang dan masa yang akan datang. 


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER