Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

14 Oktober 2021|11:00 WIB

Otsuka Indonesia Bangun Bank Sampah Di Sukabumi

Lewat Bank Sampah ini, bagi masyarakat yang mengumpulkan sampah non-organik mereka bisa menukarnya dengan sembako

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Rendi Widodo

ImageIlustrasi sampah. Pixabay

JAKARTA – PT Amerta Indah Otsuka meresmikan program Otsuka Ecovillage di Desa Kutajaya, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Program ini dibuat untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri melalui bank sampah yang dibangun di area pabrik. 

Presiden Komisaris Amerta Indah Otsuka Roy Sparringa menjelaskan sampah merupakan masalah nasional yang jika dibiarkan akan menjadi dampak buruk bagi kehidupan di masa depan. 

Tercatat pada tahun 2020 jumlah sampah di seluruh Indonesia mencapai 67,8 juta ton yang 37% berasal dari sampah rumah tangga. 

"Ini catatan yang sangat luar biasa bagaimana sulitnya mengelola sampah. Untuk itu kami bersama masyarakat sekitar membuat Paguyuban Sehati dan mewujudkan Otsuka Ecovillage," kata Roy dalam peluncuran bank sampah secara virtual, Rabu (13/10). 

Adapun yang dilakukan dalam proyek ini Roy menjelaskan, pihaknya melakukan edukasi, pendampingan, dan membuat fasilitas pengelolaan sampah untuk didaur ulang secara profesional. Ke depannya, ia berharap masyarakat sendirilah yang akan mengelolanya secara mandiri sehingga menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman. 

Selain itu, masyarakat juga jangan pernah menganggap sampah sebagai kotoran belaka. Menurutnya, sampah bisa menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan. Misalnya sampah organik yang bisa dikelola untuk menjadi pupuk tanaman dan budidaya maggot. Maggot sendiri adalah larva yang dipelihara untuk menguraikan sampah organik.

Maggot ini pada akhirnya bisa dijadikan pakan ternak seperti ayam, bebek, dan burung. Setidaknya untuk satu kilogram maggot harga yang dipatok adalah Rp7 ribu. Menurut Roy di Desa Caringin masyarakat sudah mulai membudidayakannya dan dalam satu minggu bisa menghasilkan 600 kilogram maggot

"Itu adalah contoh sampah yang menghasilkan. Jadi teman-teman yang ada di Bank Sampah Sehati semoga ke depan bisa menghasilkan banyak uang," ujarnya.

Lewat Bank Sampah ini, bagi masyarakat yang mengumpulkan sampah non-organik mereka bisa menukarnya dengan sembako. Sistemnya masyarakat hanya perlu mengumpulkan sampah dan melakukan pencatatan seperti laiknya orang menabung. Setelah dua minggu masyarakat bisa menukarnya dengan aneka ragam sembako. 

"Di Otsuka Ecovillage sampah organik akan dikelola dengan teknik lubang biopori sehingga menjadi kompos yang dipakai untuk tanah sekitar," pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER