Selamat

Kamis, 20 Januari 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

26 November 2021

14:58 WIB

Mitos-Mitos Soal Tumbuh Kembang Anak Yang Harus Dihindari

Tidak sedikit orang tua yang masih percaya akan mitos-mitos, yang sejatinya justru berkebalikan dengan proses tumbuh kembang anak.

Editor: Satrio Wicaksono

Mitos-Mitos Soal Tumbuh Kembang Anak Yang Harus Dihindari
Bayi sedang merangkak. Freepik/dok.

JAKARTA - Zaman sudah sangat modern, teknologi semakin cangih, dan informasi juga sangat terbuka, namun masih ada saja orang tua yang masih percaya akan mitos-mitos tentang tumbuh kembang anak. 

Salah satunya, anak dilarang menggunakan tangan kiri untuk melakukan aktivitas kesehariannya. 

Dokter Spesialis Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, mengatakan bahwa masih banyak orang tua yang melarang anaknya menggunakan tangan kiri, karena dianggap akan menjadi "kidal".

Menurutnya, anak yang belum berusia 2 tahun dibebaskan untuk mencoba menggenggam atau menggunakan tangan kirinya saat beraktivitas seperti makan, mencorat-coret serta bermain. Sebab, hal tersebut akan berpengaruh pada perkembangan otak kiri dan kanannya.

"Anak butuh memiliki keseimbangan otak kiri dan kanan dan memang ini harus distimulasi terus. Kalau kita menahan dia untuk menggunakan tangan kirinya, maka otak kanannya akan terhambat perkembangannya," ujar dr. Mesty, seperti dilansir Antara, Jumat (26/11).

Mitos kedua adalah penggunaan baby walker. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa menggunakan baby walker dapat membantu anak untuk lebih cepat berjalan.

Padahal, kata dr. Mesty, penggunaan baby walker tidak direkomendasikan di seluruh dunia, sebab menyebabkan banyak kecelakaan pada anak. 

Tak hanya itu, penggunaan baby walker juga dapat menyebabkan fungsi kaki tidak optimal jika dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan alat bantu berjalan.

"Selain bahaya, itu juga menyebabkan fungsi kakinya menjadi tidak natural dan akhirnya menjinjit dan posisi jalannya mungkin tidak seoptimal yang tidak pakai baby walker walaupun tidak semua anak mengalami itu," kata dr. Mesty.

Lebih lanjut, dr. Mesty menyebutkan mitos terakhir yang sering dilakukan oleh para orang tua adalah melarang anak memasukkan tangan ke mulut.

Dia menjelaskan, sampai usia 2 tahun, anak sedang dalam fase oral, di mana memasukkan tangan ke dalam mulut adalah hal yang dianggap nyaman. 

"Itu tidak perlu dilarang karena memasukkan tangan ke mulut adalah salah satu bentuk soothing," ujarnya.

Hal yang harus dilakukan saat anak memasukkan tangannya ke mulut adalah melakukan observasi atas tindakan tersebut. Orang tua harus memahami apa yang dibutuhkan anak saat itu, apakah ada sesuatu yang tidak terpenuhi atau yang membuatnya merasa tidak nyaman.

"Kita harus observasi, kita harus memahami apa sih sebenarnya kebutuhan anak ini yang tidak terpenuhi dan apa yang membuatnya tidak nyaman dan itu yang harus diatasi," katanya.  




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER