Selamat

Selasa, 21 September 2021

14 September 2021|15:17 WIB

Menjelajah Kampung Patin Riau

Ada danau yang mirip dengan pesona Raja Ampat

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageKampung Patin di Desa Wisata Koto Mesjid, Riau. Ist/dok

JAKARTA – Desa Wisata Koto Mesjid masuk menjadi satu dari 50 desa wisata terpilih dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Desa wisata yang memiliki luas 425,5 hektare ini berlokasi di Kecamatan XIII Kota Kampar, Riau. Desa ini merupakan pemekaran dari Desa Gadang pada tahun 1999.

Lalu apa sih istimewanya desa wisata ini? Desa ini terkenal sebagai salah satu lokasi budidaya ikan patin yang sangat luar biasa. Dalam satu bulan, warga bisa memanen ikan patin sekitar 390-400 ton, hingga dijuluki sebagai kampung pating oleh masyarakat.

Ikan patin tersebut diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti kerupuk patin, abon patin, bakso patin, siomay patin, nugget patin, otak-otak patin hingga es dawet patin. Sederhananya, setiap rumah masyarakat desa pasti memiliki satu kolam patin, hingga muncul adanya jargon, "Tiada Rumah Tanpa Kolam". 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menjelaskan, Desa Wisata Koto Mesjid sudah menjadi inspirasi dan semangat bagi semua orang dan menjadi jalan membangkitkan perekonomian nasional. Ke depan, pihaknya mendorong agar ikan patin asal Desa Wisata Koto Mesjid bisa tembus pasar internasional, menggantikan salom. Karena ikan patin Indonesia memiliki kualitas yang baik dan bergizi.

“Terutama ikan patin dari Provinsi Riau (lebih baik kualitasnya) dibandingkan dengan jenis patin dari negara lain,” kata Sandi, Selasa (14/9).

Selain ikan patin, keunggulan lainnya dari desa ini adalah warga setempat juga menghasilkan produk kriya dari hasil olahan bambu, seperti rotan dan pandan. Uniknya, teman-teman dari tuna rungu atau difabel juga diikutsertakan dalam proses pembuatan seni kriya tersebut.

Desa ini juga memiliki program home recycle creative, yaitu memanfaatkan sampah layak pakai untuk dibuat menjadi produk ekonomi kreatif seperti pot, tempat tisu, baki gelas dan lainnya. 

Wisata alam juga menjadi daya tarik di desa ini. Terdapat Sungai Kampar yang merupakan salah satu sungai terpanjang di Riau, Sungai Gagak dengan air terjun, Lembah Aman, dan Talau Pusako.

Ada juga danau buatan yang pada tahun 1991 dimanfaatkan untuk PLTA. Kini danau tersebut dijadikan sebagai tempat wisata karena pemandangan alamnya yang dinilai oleh masyarakat menyerupai Raja Ampat.

Bagi masyarakat atau wisatawan yang mau menginap, ada beberapa homestay berkonsep rumah warga yang siap memberikan pengalaman baru untuk merasakan langsung aktivitas keseharian warga desa. Dengan beragamnya potensi wisata di Desa Koto Masjid ini, Kemenparekraf optimistis sektor parekraf di daerah tersebut akan segera bangkit dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER