Selamat

Senin, 17 Mei 2021

GAYA HIDUP

03 Mei 2021|18:59 WIB

Menjaga Diabetesi Tetap Sehat

Masalah diabetes harus dilihat dari berbagai sudut pandang

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Yohanes Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi diabetes. shutterstock/dok

JAKARTA - Di masa pandemi, pasien diabetes lebih berisiko mengalami gejala sedang hingga berat akan covid-19. Sebuah penelitian di 2020 menemukan, 25-34% pasien yang dirawat di ICU dan non-ICU akibat covid-19 adalah pasien diabetes.

Maka dari itu, mengendalikan gula darah dengan baik menjadi salah satu langkah untuk mencegah terjadinya komplikasi dan keparahan dari covid-19.

"Untuk itu, diperlukan perawatan diabetes secara ideal berupa modifikasi gaya hidup melalui nutrisi yang seimbang, terapi yang berorientasi kepada kepatuhan pengobatan, serta pemantauan gula darah secara rutin,” kata Ketua Umum PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Prof. Ketut Suastika, beberapa waktu lalu.

Atas kondisi itu, Kalbe Farma bersama KlikDokter meluncurkan aplikasi KlikDiabetes. Aplikasi ini menjadi platform digital yang membantu diabetesi, caregiver, dan dokter untuk penanganan diabetes secara komprehensif dan disiplin.

Apalagi prevalensi pasien diabetes di Indonesia per tahun 2020 mencapai 6,2% atau sekitar lebih dari 10,8 juta orang. Diperkirakan, angka ini akan terus mengalami peningkatan hingga 16,7 juta pasien di tahun 2045.

"Bisa menjadi solusi praktis pendampingan pasien diabetes agar kualitas hidup menjadi baik, dengan berfokus pada layanan personal assistant untuk catatan kesehatan, diet, dan nutrisi, serta pengingat obat," E-Health Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Michael Buyung Nugroho.

Tak hanya bagi penderita, platform itu nantinya juga dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas, untuk mendapatkan edukasi dan informasi tentang pencegahan dan penanganan diabetes.

Aplikasi ini memiliki fitur-fitur yang disesuaikan dengan aspek penting dalam penanganan diabetes. Mulai dari kepatuhan pengobatan dengan fitur pengingat obat, parameter gula darah dengan catatan kesehatan, diet dan nutrisi teratur, serta informasi pola hidup sehat.

Dapat diunduh di Google Play Store dan Apps Store dan diharapkan bisa membantu dokter, diabetes, dan caregiver untuk penanganan diabetes yang lebih komprehensif. Sehingga kualitas hidup pasien pun dapat lebih baik lagi.

Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih menyambut baik peluncuran aplikasi tersebut. Menurutnya, permasalahan diabetes perlu dilakukan secara multidisiplin dan komprehensif.

Sebab, masalah diabetes harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Mulai dari kepatuhan pengobatan, parameter gula darah, diet dan nutrisi yang teratur, pola hidup sehat, serta informasi yang tepat terkait diabetes.

Dikutip dari Healthline, diabetes merupakan penyakit metabolic yang disebabkan dari tingginya kadar gula dalam darah. Gula menumpuk pada darah karena tidak bisa terserap dengan baik.

Itu karena hormon insulin yang berfungsi untuk mengendalikan gula darah tidak bisa memproduksi sesuai kebutuhan. Akibatnya tubuh tidak bisa menyerap tubuh menjadi energi dan terjadi tingginya gula darah bisa menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti saraf, mata, ginjal, dan lainnya. (Gemma Fitri Purbaya)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA