Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

21 Juli 2021|14:00 WIB

Mengenal Musik Neo-tradisi Ivan Nestorman

Musik neo-tradisi yang dibawakan bisa saja menjelma menjadi berbagai macam genre, mulai jazz hingga reggae

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageMusisi Indonesia, Ivan Nestorman. Sumber foto: Instagram Ivan Nestorman

JAKARTA – Indonesia kaya akan ekspresi musik tradisi. Setiap daerah memiliki cita rasa musiknya sendiri-sendiri, berikut instrumen-instrumennya yang autentik. Musik-musik tradisi itu masih hidup hingga kini, dan menjadi bagian dari napas kesenian Tanah Air.

Salah satu sosok perajut musik tradisi itu ialah Ivan Nestorman, musisi asal Flores, Nusa Tenggara Timur. Sosok ini tercatat sebagai salah satu musisi yang sukses memperkenalkan cita rasa musik dari Flores ke seantero Indonesia, bahkan dunia.

Ivan adalah musisi dengan selera kontemporer. Ia tidak berkutat hanya dalam pakem musik tradisional, namun mengembangkannya ke dalam ekspresi musik modern. Dan bahan utama dalam musik-musiknya adalah kekayaan bunyi bahasa Flores.

Dari segi instrumen, Ivan menghadirkan musik-musik akustik dengan bunyi-bunyian yang sederhana, menggunakan alat seperti gitar, piano, hingga alat musik tradisional NTT, sasando. Komposisi musik itu ia padukan dengan lirik berbahasa Manggarai, dengan penekanan pada eksplorasi bunyi kata-kata.

Itulah neo-tradisi. Musik kontemporer yang memadukan unsur tradisional dengan yang kekinian. Ivan sendiri sejak lama dikenal sebagai perajut musik neo-tradisi.

"Neotradisi ini adalah sesuatu yang lebih akustis, musiknya minimal sebetulnya, tetapi aransemennya harus ada nuansa internasional atau universalitas rasa,” ungkap Ivan dalam sesi podcast Linmtara bertajuk 'Menyelami Kekayaan Musik Indonesia Timur', Sabtu (18/7).

Ivan mengungkapkan alasan di balik konsistensinya menggali potensi neo-tradisi. Menurutnya, tanah asalnya memiliki ekspresi musik yang sangat kaya dan layak didengar. Namun, umumnya generasi muda enggan menyimak sajian yang bernuansa tradisional. 

Karena itulah, menurut dia, diperlukan upaya pembaruan, salah satunya memberi sentuhan yang lebih universal pada musik yang berangkat dari citarasa musik lokal.

"Flores itu kita punya gaya nyanyian yang berbeda-beda. Di Flores Timur kita mempunyai gaya bernyanyi sendiri. Kemudian Flores Tengah lain lagi, lalu di barat lain lagi," kata penyanyi kelahiran Manggarai, Flores, 1967 ini.

Ivan dikenal sebagai penyanyi yang konsisten menggunakan bahasa Manggarai, Flores dalam setiap karya atau penampilannya. 

Menurutnya, bahasa tersebut memiliki ekspresi bunyi yang sangat indah dan perkusif, sehingga cocok untuk dinyanyikan.

Dengan semangat begitu, kerap kali dalam setiap lagu-lagunya, Ivan lebih mengutamakan kecocokan bunyi lirik, dibandingkan makna lirik. Cukup dengan makna yang sederhana, Ivan bisa menghasilkan lagu dengan bunyi-bunyian yang menarik dan tentunya otentik.

Beberapa lagu Ivan yang populer seperti “Mata Leso Ge”, “Komodo Sunset”, “Flores, the Cape of Flower”, hingga “Gego Lau Le”.

Musik-musik yang dibawakan Ivan bisa menjelma dalam genre yang beragam, mulai dari jazz sampai reage. Musik-musik modern dan populer tersebut ia padu-padankan dengan nuansa nyanyian Flores yang banyak dipengaruhi nyanyian dari Afrika hingga Yugoslavia di masa lalu, pengaruh yang dibawa Portugis ke Nusantara.

Menurutnya, setiap orang bisa mengembangkan potensi musik tradisi di daerahnya masing-masing. Apapun model pengembangan yang dilakukan, yang terpenting adalah tidak terlepas dari ‘sidik jari’ kelokalannya, sehingga menjelma musik yang autentik sekaligus bisa diterima semua kalangan.

Sesuatu yang autentik atau orisinal, itulah yang memiliki nilai tinggi. Ivan sendiri meyakini bahwa ragam ekspresi musik daerah Indonesia memiliki ‘daya jual’ yang besar dalam kontestasi musik dunia.

“Orang selalu mengharapkan kita tampil apa adanya kita. Aku pernah main Sasando di Afrika, New York, mereka enggak harapkan kita datang dengan seabrek alat-alat musik yang seperti khas mereka. Semakin identik kita, mereka semakin apresiasi,” katanya.

Orisinalitas serta kreativitas itu pula yang membuat Ivan sukses berkarya, tampil di mana-mana, serta meraih berbagai penghargaan di bidang musik. Aktif bermusik sejak era 90-an, penyanyi ini telah malang melintang di berbagai festival hingga ajang penghargaan musik.

Ivan merupakan vokalis dari NERA, band yang ia gawangi bersama dengan drummer kenamaan, Gilang Ramadhan serta sejumlah musisi lainnya. Ia juga kerap menjalani proyek musik kolaborasi dengan para musisi tanah air, mulai dari Edo Kondologit, Franky Sahilatua, hingga almarhum Glenn Fredly.

Selama kariernya, Ivan telah menelurkan sejumlah album, yakni “Return to Lamlera”, “Flores The Cap of Flower”, “Flobamorata with Hope”, serta “LEGACY”. 

Selama itu pula, banyak penghargaan musik yang telah diraihnya. Beberapa di antaranya yaitu The Most Innovative Recording SCTV Award 2007, Penghargaan Musik Kebudayaan Maroko, hingga penghargaan lagu berbahasa daerah terbaik AMI Awards 2020.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER