Selamat

Senin, 17 Mei 2021

GAYA HIDUP

05 Mei 2021|09:32 WIB

Mengapa Wanita Lebih Mudah Depresi?

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi, bisa dari dalam diri maupun lingkungan

Editor: Yohanes Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi wanita depresi. Pixabay/dok

JAKARTA – Depresi bisa dialami oleh siapa saja. Akan tetapi, wanita disebut dua kali lebih mudah mengalami depresi ketimbang kaum pria.

Depresi pada wanita bisa menimbulkan beragam keluhan dan gejala. Mulai dari rasa sedih, kehilangan minat dan semangat untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, hingga munculnya keinginan bunuh diri. Beratnya keluhan akan bergantung pada tingkat depresi yang terjadi.

Lantas, apa sih yang menyebabkan tingginya angka depresi pada wanita. Sebenarnya ada banyak faktor yang menjadi penyebab, berikut ulasan yang dikutip dari Alodokter;

Biologis
Pada wanita, perubahan kadar hormon, seperti estrogen dan progesteron, bisa memengaruhi bagian sistem saraf yang berhubungan dengan suasana hati. Hal ini berkaitan juga dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, termasuk depresi. Perubahan kadar hormon wanita ini terjadi saat menstruasi, hamil, keguguran, melahirkan, dan menopause.

Psikologis
Wanita mengalami ragam fase kehidupan yang dapat memengaruhi kondisi psikisnya, mulai dari pendidikan, karier, menikah, memiliki anak, proses membesarkan anak, hingga krisis paruh baya.

Selain itu, wanita memiliki cara yang cukup unik saat menghadapi masalah, antara lain dengan lebih banyak mempertimbangkan dan memikirkan berbagai hal dan kemungkinan, serta lebih melibatkan perasaan saat berada pada suatu hubungan baik dengan teman, kerabat, bahkan pasangan.

Beragam tahap kehidupan serta cara merespons suatu keadaan turut memengaruhi kesehatan mental dan membuat wanita lebih mungkin mengalami depresi.

Sosial Budaya
Budaya yang ada di masyarakat sering menilai wanita harus memiliki sikap lembut, bisa mengasuh dan mendidik, serta harus peka pada orang lain. Penilaian dan budaya ini rentan menjadikan wanita mendefinisikan dirinya melalui pendapat orang lain. Hal ini tentu akan memengaruhi kesehatan mentalnya. Jadi, tidak heran bila wanita lebih mudah mengalami stres.

Tuntutan wanita yang harus bisa berperan ganda juga turut memberi pengaruh. Misalnya, wanita sebaiknya ikut bekerja, entah itu untuk mencukupi kebutuhan keluarga atau karena rasa takut direndahkan bila hanya menjadi istri dan ibu rumah tangga.

Namun, wanita tetap dituntut bertanggung jawab atas segala urusan rumah tangga. Nah, peran ganda tanpa adanya dukungan dari pasangan dan keluarga itulah yang kemudian bisa memicu rasa lelah, jenuh, stres, bahkan depresi pada wanita.

Sejumlah alasan di atas tampaknya cukup menjelaskan mengapa wanita lebih mudah mengalami depresi. Kondisi ini tak boleh dianggap enteng. Depresi yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Bahkan pada tingkat yang berat, depresi bisa mengancam nyawa penderitanya.

Pertolongan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mulai menghargai dirimu sendiri, mencoba hal-hal menyenangkan, mengelola stres dengan cara yang positif, menerapkan pola hidup yang sehat, hingga meminta bantuan psikolog dan psikiater. Hal ini agar kesehatan mental bisa terpantau dengan baik.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER