Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

TEKNO

10 Mei 2021|18:41 WIB

Menentukan Idulfitri Secara Astronomis

1 Syawal 1442 Hijriah diprediksi jatuh pada hari Kamis

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Rikando Somba

ImagePetugas rukyat meneropong posisi Hilal di pos observasi taman wisata pantai Loang Baloq, Ampenan, Mataram. Antara foto/dok

JAKARTA - Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Dimana para umat muslim akan bersukacita, setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari lamanya.

Untuk menentukan jatuhnya 1 Syawal atau Idul Fitri, biasanya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama melakukan sidang isbat. Di mana sebelumnya dilakukan rukyat hilal, untuk memastikan hilal dapat teramati atau tidak.

Peneliti Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang menjelaskan, kegiatan rukyat hilal biasanya dilakukan pada tanggal 29 di bulan Sya'ban. Tahun ini, rencananya rukyat hilal akan dilaksanakan pada Selasa (11/5) petang.

Untuk membedakan hilal yang asli dengan bulan biasa, yakni dengan melihat bentuk bulan sabit awal berupa huruf U dengan posisi menghadap titik matahari. Sebaliknya, jika berupa huruf N atau dengan posisi miring, maka itu bukan hilal, tetapi hanya berupa pandangan atau bentukan cahaya.

Menurut Andi, pengamatan hilal besok, diprediksi wilayah Indonesia ketinggian bulan masih negatif atau di bawah ufuk ketika matahari terbenam. Ketinggian bulan yakni sebesar -5 derajat hingga -3.2 derajat, sehingga mustahil untuk dapat terlihat.

Sementara itu, ketinggian bulan untuk wilayah Arab Saudi pun juga bernilai negatif yakni sebesar -3 derajat. Selandia Baru juga memiliki ketinggian bulan di bawah ufuk yakni -1.5 derajat hingga -3.5 derajat. Ketinggian bulan baru bernilai positif jika diamati dari Kepulauan Hawaii dan Oseania memiliki ketinggian bulan antara +2.5 derajat sampai +4 derajat.

"Sehingga bulan tidak dapat dilihat baik dengan maupun tanpa alat bantu optik," kata Andi sebagaimana dikutip dari laman LAPAN, Senin (10/5).

Andi menjelaskan jika pengamatan rukyat hilal dilakukan pada Rabu (12/10), di Indonesia terlihat bahwa ketinggian hilal sudah bernilai positif atau di atas ufuk ketika matahari terbenam. Ketinggian hilal untuk wilayah Indonesia pada 12 Mei 2021 bernilai antara +4.5 derajat hingga +6.5 derajat.

Berdasarkan tinjauan diatas, Andi menarik kesimpulan bahwa di seluruh dunia secara keseluruhan tidak dapat melihat hilal pada petang esok hari. Sehingga umur bulan Ramadan dapat digenapkan menjadi 30 hari dan 1 Syawal diperkirakan jatuh pada Kamis (13/10).

"Meskipun demikian keputusan akhir menunggu hasil sidang isbat oleh Kementerian Agama," pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER