Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

27 April 2021|18:46 WIB

Memahami Fenomena Tekanan Ekstrem Di Laut Dalam

Setiap 10 meter (1 atm), ada peningkatan tekanan sekitar 6,47 kg untuk setiap satu inci persegi permukaan

Oleh: Super Admin 1

ImageIlustrasi kapal selam. Pixabay/dok

JAKARTA – Kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di kedalaman 800 meter lebih setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak. Badan kapal tenggelam di dasar laut dengan membawa sebanyak 53 awak kapal. Pihak TNI mengonfirmasi tidak ada awak kapal yang selamat dalam kejadian tersebut.

Hasil penjelajahan di dalam laut yang dilakukan beberapa hari menunjukkan badan KRI Nanggala terbelah menjadi tiga di kedalaman. Bagian-bagian terbelah tersebut sebagiannya masih utuh, sebagian lagi mengalami keretakan.

Muncul pertanyaan, bagaimana bisa badan kapal yang terbuat dari baja terbelah di dalam air? Pertanyaan lain, mengapa para awak tetap bertahan di dalam kapal saat kapal terus meluncur ke dasar laut?

Untuk memahami hal tersebut, pertama-tama harus dipahami dulu bagaimana karakter area perairan laut dalam. Tekanan air di permukaan berbeda jauh dengan tekanan di kedalaman 100 meter. Jika kedalamannya 800 meter, perbedaannya lebih signifikan lagi.

Laut dalam menyimpan tekanan yang sangat besar, berupa tekanan hidrostatis yang akan meningkat seiring bertambahnya kedalaman, akibat adanya gaya gravitasi di dalam air, suatu objek yang tenggelam ditekan oleh massa air dari berbagai sisi:  atas, bawah, kiri ataupun kanan. Semakin dalam, semakin kuat tekanan itu.

Melansir Pacific Marine Environmental Laboratory National Oceanic and Atmospheric Administration (PMEL NOAA), tekanan selalu meningkat sekitar satu atmosfer (atm) untuk setiap 10 meter kedalaman air. Jika kedalamannya 800 meter, maka tekanan itu bertambah 80 kali lebih besar. Apa artinya?

Fakta di atas bisa dipahami dengan memakai perhitungan berat. Untuk setiap 10 meter (1 atm), ada peningkatan tekanan sekitar 14, 6 pon, (setara 6,47 kg) untuk setiap satu inci persegi permukaan. Jika objek tenggelam sampai kedalaman 100 meter, tekanan itu sebesar 64 kg. Lalu, berapa besar tekanan di kedalaman 800 meter? Jawabannya, 517 kg per satu inci permukaan.

Dari perhitungan itu, bisa dibayangkan tekanan terhadap suatu benda yang tenggelam di kedalaman 800 meter. Tekanan setara berat setengah ton akan mendorong setiap satu inci permukaan benda tersebut. Semakin luas permukaan suatu objek tenggelam, tekanan pun semakin berkali lipat.

Kapal selam rata-rata mampu menjelajah hingga kedalaman 200–250 meter. Meskipun, kapal dengan desain dan teknologi tertentu bisa menyelam dengan aman ke kedalaman yang jauh lebih dalam.

Khusus KRI Nanggala-402, melansir ABC News, memiliki daya jelajah aman di kedalaman sekitar 200 meter. Perkiraan itu merujuk penjelasan pejabat Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Korea Selatan, Ahn Guk-hyeon, yang terlibat dalam proses perawatan menyeluruh kapal tersebut pada 2009-2012 silam.

Terlepas dari itu, kedalaman 800 meter adalah wilayah yang benar-benar penuh dengan tekanan air yang besar. Tekanan itu sangat mungkin meremukkan plat baja atau benda-benda berbahan keras lainnya yang meluncur di dalamnya.

Menyelam Di Laut Dalam
Besarnya tekanan di laut dalam membuat ekspedisi laut dalam sulit dilakukan. Hingga kini, penjelajahan laut dalam masih menjadi tantangan besar bagi para peneliti. Seorang peneliti harus memiliki peralatan atau kapal selam yang benar-benar canggih dan mampu menahan tekanan di kedalaman.

Salah-satu titik ‘primadona’ penelitian sejauh ini yaitu Palung Mariana, yang merupakan palung terdalam, dengan kedalaman sekitar 11 Km. Berbagai ekspedisi penelitian sudah berhasil sampai ke titik ini, namun tentunya dengan berbagai perlengkapan teknologi yang memadai.

Adapun kemampuan jelajah manusia/ penyelam, diketahui hanya sekitar 30 meter jika tanpa alat bantu tertentu. Hal itu karena secara teori, kemampuan tubuh manusia dalam menahan tekanan hanya sampai 4 atm. Jumlah itu sudah termasuk beban tekanan normal sebesar 1 atm di atas permukaan air.

Lebih dari itu, tubuh manusia akan terserang berbagai gangguan fatal karena tekanan air akan menekan setiap rongga udara dalam tubuh, yang secara ekstrem bisa menyebabkan paru-paru menjadi pecah.

Pernah ada rekor penyelaman sedalam 332 meter (tekanan 33 atm) yang dilakukan seorang penyelam profesional bernama Ahmed Gabr pada tahun 2014. Itupun ia harus dibantu dengan beberapa alat bantuan pengaman.

Selain itu, tak ada lagi manusia yang pernah menyelam di kedalaman lebih jauh lagi. (Andesta Herli)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA