Selamat

Senin, 26 Juli 2021

PARIWISATA

28 April 2021|20:17 WIB

Melihat Kekayaan Laut Indonesia

Indonesia menjadi salah satu top seaweed producers dengan 900 spesies rumput laut di lautnya

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi keindahan laut Indonesia. Pixabay/dok

JAKARTA – Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Kurang lebih 75% bagian negara Indonesia terdiri dari laut. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan laut Indonesia sangat kaya dengan sumber pangan, obat, farmasi dan kosmetika, energi dan lain-lain.

Kepala Balai Bioindustri Laut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ratih Pangestuti menjelaskan sumber pangan tersebut mengandung nutrisi, seperti vitamin, karbohidrat, omega pufa, senyawa aktif serta protein. Salah satunya bersumber dari rumput laut. 

Indonesia memiliki sebanyak 900 spesies rumput laut. Hal itu membuat Indonesia dinobatkan sebagai salah satu produsen rumput laut teratas (top seaweed producers). Berdasarkan penelitian Jepang, rumput laut bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh yang sangat diperlukan selama masa pandemi

“Rumput laut juga sudah banyak dimanfaatkan bagi kesehatan kulit, hal ini dikarenakan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk kesehatan kulit perempuan seperti pigmen, polifenol, polisakarida tersulfatasi dan sebagainya,” kata Ratih sebagaimana dikutip dari lama LIPI, Rabu (28/4).

Ratih menambahkan, LIPI juga telah mengembangkan budidaya teripang. Teripang Indonesia telah diperdagangkan ke lebih 70 negara, antara lain Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Singapura dan Korea. Mayoritas teripang dipasarkan dalam bentuk kering dan sebagian berupa olahan segar, beku dan hidup.

Di sisi lain, ekspor besar-besaran teripang dapat mengancam kepunahan spesies-spesies tertentu . Oleh karena itu, kata Ratih, perlu pengembangan budidaya untuk menjaga kelestarian teripang. Demi kelestarian teripang tersebut LIPI melakukan pendekatan Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA).

“Ada tiga komoditas dalam sistem budidaya ini. Sementara manfaat yang dapat diambil adalah produktivitas lebih baik, ramah lingkungan dan kehidupan yang lebih berkelanjutan," ujarnya. 

Ratih melanjutkan, LIPI telah berupaya melakukan pemulihan kondisi terumbu karang, lamun dan mangrove. Meskipun kegiatan konservasi sudah banyak dilakukan, tetapi kerusakan ekosistem terumbu karang terjadi lebih cepat dari kemampuan pemulihannya.

Salah satu solusi mempercepat pemulihan kerusakan terumbu karang dengan budidaya atau transplantasi terumbu karang. Sejalan dengan kegiatan penanaman transplan, pembuatan taman terumbu karang juga dapat digunakan sebagai alternatif pengalihan tujuan wisata sehingga dampak kerusakan pada ekosistem hanya bersifat alami.

"Dan harapannya lebih banyak lagi masyarakat yang mulai paham untuk lebih mencintai lingkungan demi kesinambungan kehidupan di masa depan," pungkasnya. (Dwi Herlambang)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA