Selamat

Kamis, 20 Januari 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

26 November 2021

20:42 WIB

Madani Film Festival 2021 Dihelat Dengan Tema Sufisme Dan Humor

Madani Film Festival dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Selain Jakarta Film Week, festival ini menjadi ruang penting yang dimiliki ibu kota sebagai media penggerak perfilman nasional.

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Rendi Widodo

Madani Film Festival 2021 Dihelat Dengan Tema Sufisme Dan Humor
Sesi konferensi pers Madani Film Festival 2021, Jumat (26/11). Dok. Dewan Kesenian Jakarta

JAKARTA – Salah satu festival berskala internasional di Indonesia, Madani Film Festival kembali hadir tahun ini. Festival dengan penekanan pada isu film dan dunia Islam ini akan digelar mulai 27 November hingga 4 Desember mendatang.

Madani Film Festival dihelat secara luring dan daring. Film “Pesantren” karya Shalahuddin Siregar akan membuka festival, dengan penayangannya di XXI Epicentrum, Jakarta, pada Sabtu (27/11). 

Ini merupakan film dokumenter yang memotret kehidupan di pesantren dengan segala kompleksitasnya, yang dianggap mewakili semangat festival tahun ini dengan tema “Light: Sufism and Humor”.

Festival Board Madani Film Festival, Garin Nugroho mengatakan, tema sufisme dan humor dipilih berangkat dari pembacaan atas sejarah agama dan kebudayaan di Indonesia.

Sufisme merupakan pembuka jalan masuk bagi Islam ke nusantara di masa lalu, yang kemudian hidup dan nilai-nilainya dipraktekkan oleh para leluhur Indonesia. Sementara, humor adalah cara tutur  yang sejak lama melekat dalam masyarakat Indonesia. Keduanya itu dianggap telah membentuk karakter bangsa yang menerima segala keberagaman yang ada.

“Humor adalah sumber daya terbesar bangsa ini dalam krisis, dalam mengkritik, dalam menggugat. Dan sufisme adalah jalan besar bangsa ini ketika islam masuk ke Indonesia di abad-abad masuknya Islam itu sendiri, berlawanan dengan nilai-nilai fundamentalisme," ungkap Garin dalam sesi konferensi pers daring Madani Film Festival 2021, Jumat (26/11).

Berangkat dari tema itulah, Madani Film Festival akan menghadirkan berbagai program, mulai dari diskusi hingga pemutaran film. Program-program itu menyerap semangat pembacaan atas sufisme dan humor di Indonesia serta di dunia, dengan menghadirkan film-film humor bernuansa sufistik. Kemudian juga pembicaraan mengenai tokoh, pemikiran maupun sepak terjang tokoh dalam skena kebudayaan madani di dunia.

Madani Film Festival 2021 hadir dengan program pemutaran 13  film, di antaranya yaitu film “Ambisi” (1973) karya Nya Abbas Akup, “Amor dan Humor” karya (1961) Usmar Ismail, serta “Koboi Insyaf” (1986) karya Ismed D. Tahir dan Syamsul Fuad. Ada juga film “Bulan Tertusuk Ilalang” (1994) karya Garin Nugroho, “Banyak Ayam Banyak Rejeki” (2020) karya Onar Onarsson DAN Riboet Akbar, hingga “Musang Berjanggut” (1959) karya P. Ramlee.

Penayangan film-film tersebut dibarengi dengan program diskusi yang melibatkan narasumber pelaku fim maupun peneliti dari berbagai negara, seperti Malaysia serta Iran . Ada tujuh tema diskusi yang dihadirkan dalam Madani Film Festival tahun ini, yang akan membahas tentang humor maupun sufisme dalam budaya pop, hingga diskusi tentang Bing Slamet dan Benyamin Sueb.

Pada penutupannya 4 Desember nanti, Madani Film Festival akan menghadirkan film “Casablanca Beats” sebuah film tentang upaya menghidupkan musik rap di kota Casablanca, Maroko. Film ini menuturkan pergolakan antara modernitas dan religiusitas, antara kebebasan berekspresi dan konservatisme.

Film pembuka maupun penutup Madani Film Festival 2021 akan ditayangkan dalam format luring, yaitu melalui pemutaran di bioskop XXI Epicentrum. Adapun film-film lainnya bisa diakses oleh masyarakat melalui platform Kineforum.

Jendela Kebudayaan Islam
Madani Film Festival sejak dua tahun terakhir dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Selain Jakarta Film Week, festival ini menjadi ruang penting yang dimiliki Ibu Kota sebagai media penggerak ekosistem perfilman.

Madani Film Festival memiliki perbedaan dari festival-festival lainnya, karenanya posisinya pun unik. Festival ini adalah platform untuk membangun pengetahuan bersama melalui film, dengan penekanan khsusus pada skena kebudayaan Islam.

Wakil Ketua DKJ, Hikmat Darmawan mengatakan, Madani Film Festival adalah ruang untuk melihat dan mengamati sejarah dan kebudayaan masyarakat madani, lewat film. Keberadaan festival ini diharapkan memicu pembicaraan dari beragam perspektif tentang dunia Islam.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER