Selamat

Selasa, 21 September 2021

11 September 2021|15:49 WIB

Lestarinya Seni Budaya Di Desa Wisata Gegesik Kulon Cirebon

Kearifan lokal masyarakat desa masih terjaga hingga sekarang

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Unosaat menyaksikan pertunjukan tari Topeng di Desa Gegesik Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Antara foto/dok

JAKARTA – Berlokasi di Kecamatan Gegesik Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Desa Wisata Gegesik Kulon berhasil menjadi satu dari 50 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Pengembangan potensi wisata dan budaya, menjadi daya tarik utama desa wisata ini.  

Desa Wisata Gegesik Kulon memang dikenal sebagai daerah yang masyarakatnya masih sangat menjaga kelestarian budaya. Mayoritas penduduk desa di sana bekerja sebagai petani dan sebagian lainnya memilih menjadi seniman dan wiraswasta. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam kunjungannya menyebut, kearifan lokal yang masih dijaga di desa wisata ini memang menjadi unggulan. Desa Gegesik Kulon mendapat acungan jempol, dari sisi kekuatan seni dan budaya.

Di ‘kampung seniman’ ini, banyak warisan kesenian dan kebudayaan yang dimanfaatkan sehingga sangat sesuai sebagai destinasi wisata edukasi seni dan budaya. Mereka berpedoman pada lima cabang seni yang sekaligus ditawarkan sebagai daya tarik wisata. Mulai dari seni rupa berupa ukiran kayu, sungging wayang, ukir topeng, kriya kendang, dan lukisan kaca.

Kemudian ada seni tari Topeng 5 Wanda yaitu Topeng Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung, dan Kelana. Di mana kesenian ini menceritakan proses kehidupan dari bayi sampai menjadi kelana yang penuh angkara murka. Cerita ini harus dijahit menjadi sebuah storytelling dengan merajut keindahan dan kearifan lokal.

Ada pula seni musik Gamelan Prawa dan Pelog, Rampak Kendang, juga ada seni teater seperti sandiwara, dalang wayang, ronggeng bugis, berokan atau barongsai dengan budaya lokal, dan wayang sabet. Hingga seni sastra seperti macapat dan wangsalan (pantun Jawa).

Ke depan menurut Sandi, pemerintah juga akan membantu dengan memberikan satu set alat kesenian gamelan untuk dikelola dan bisa dijadikan atraksi bagi para pengunjung. Sebab, perangkat gamelan yang ada di desa wisata kurang begitu bagus kondisinya setelah terjadi tragedi kebakaran di sanggar dan membuat beberapa gamelan hangus terbakar.

“Kami akan terus mempromosikan potensi desa melalui konten-konten kreatif dan mudah-mudahan bisa menjadi viral sehingga mendatangkan wisatawan lebih banyak agar dapat membuka lapangan kerja.,” kata Sandi..

Selain kesenian, Desa Wisata Gegesik Kulon juga menawarkan banyak produk ekonomi kreatif seperti ukiran kayu jati dalam pembuatan wayang kulit. Juga terdapat beberapa rumah produksi batik khas Cirebon.

Tak ketinggalan, wisatawan juga bisa menikmati aneka jajanan seperti kerupuk melarat yang dimasak di atas pasir panas. Kemudian mencoba membuat dodol, geplak dan opak yang bisa didapatkan di Blok Udik Gegesik Kulon. Selain itu ada pula olahan manuk berkek, asap cair minuman peningkat imun dari batok kelapa, dan olahan manisan buah. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA