Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

GAYA HIDUP

12 Mei 2021|14:24 WIB

Legitnya Ampiang Dadiah, Kuliner Khas Sumatera Barat

Dipercaya memiliki beberapa khasiat untuk kesehatan tubuh

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageAmpiang dadiah merupakan salah satu makanan khas dari Sumatra Barat. Sumberfoto: Shutterstock

JAKARTA – Bulan suci Ramadan sudah ada pada penghujung. Pada saat perkantoran meliburkan karyawannya, maka berbuka puasa dengan bersama keluarga, menjadi hal yang paling menyenangkan.

Tentu saja, momen tersebut haruslah dilengkapi dengan kudapan yang nikmat. Salah satunya adalah Ampiang. Ampiang adalah makanan khas Sumatra Barat yang terbuat dari beras ketan, yang pembuatannya ditumbuk dan dipipihkan saat masih panas.

Di daerah asalnya, Bukittinggi, Ampiang menjadi hasil produksi rumahan, yang dikerjakan di dangau oleh kaum ibu atau induak-induak. Dibutuhkan sekurang-kurangnya tiga orang dalam proses pembuatannya.

Dalam penyajian, ampiang biasa disandingkan dengan Dadiah, semacam yoghurt tradisional khas Minangkabau. Dadiah berbahan dasar susu yang kemudian difermentasi. Tekstur Dadiah sendiri adalah padat dan sedikit lebih keras.

Susu yang digunakan untuk membuat Dadiah berasal dari kerbau yang baru diperah. Tapi jika tidak ada, bolehlah diganti menggunakan susu sapi atau susu kambing. Susu tersebut nantinya dimasukkan ke dalam potongan bambu berukuran 15–30 cm, ditutup daun pisang, dan didiamkan selama dua malam.

Susu kerbau yang menjadi bahan baku pembuatan dadiah memang relatif lebih unggul dari susu sapi. Misalnya, susu kerbau lebih rendah kolesterol namun tinggi lemak. Protein dan mineral yang terkandung di dalam susu kerbau juga dapat melindungi kesehatan otot dan mencegah osteoporosis.    
 
Setiap batang bambu dapat digunakan untuk membuat hingga 15 porsi Ampiang Dadiah. Pun, Dadiah sendiri dipercaya memiliki banyak khasiat. Beberapa di antaranya ialah menambah stamina, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Dadiah yang masih ada di dalam bambu dapat bertahan hingga satu minggu, jika disimpan di lemari es. Dalam menyiapkan seporsi Ampiang Dadiah cukup mudah. Hanya perlu menuangkan kurang lebih tiga sendok Ampiang ke dalam piring, basahi dengan air panas secukupnya, lalu tekan-tekan untuk melembutkannya.

Sesudah ditiriskan, tambahkan dua sendok Dadiah ke atasnya. Taburi Ampiang Dadiah dengan parutan kelapa. Terakhir, siramkan gula aren cair, boleh juga diberi es serut agar lebih segar

Rasa beras ketan dari Ampiang akan berpadu dengan Dadiah yang memiliki rasa masam. Dipadukan dengan gurihnya parutan kelapa dan manisnya gula aren. Dadiah merupakan kuliner yang telah ada sejak zaman dahulu. Pada masanya, Dadiah menjadi makanan yang sangat digemari, sebagai makanan ringan ataupun pengganti lauk.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA