Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

TEKNO

11 Mei 2021|12:04 WIB

Krisis Chip, Pabrikan Mobil Hentikan Produksi Sementara

Sejumlah pabrikan mobil juga siasati kelangkaan chip dengan meniadakan fitur-fitur canggih

Oleh: Rikando Somba

ImageIlutrasi pekerja di sebuah pabrikan mobil. ANTARA FOTO

JAKARTA – Krisis pasokan chip atau semikonduktor kian berimbas ke produksi mobil. Beberapa pabrikan ada yang mengurangi fitur-fitur andalan. Bahkan ada produsen mobil menghentikan operasi untuk beberapa model mobil terbaru mereka. Krisis ini juga berimbas ke pabrik perakitan milik Stellantis, kelompok usaha hasil merger Fiat Chrysler dan Peugeot Citroen.

Pabrik yang merakit SUV Jeep Cherokee dan minivan Chrysler terpaksa berhenti beroperasi beberapa minggu. Para pekerja akan menganggur selama waktu itu karena kekurangan semikonduktor global, kata Stellantis NV dikutip dari beberapa media Amerika, Selasa (11/5).  

Ini berdampak juga terhadap hasil produksi. Kini, Stellantis kehilangan sekitar 190.000 kendaraan, atau 11% dari produksi yang direncanakan secara global, selama kuartal pertama.

Imbas krisis ini juga menyambangi pabrik perakitan Belvidere di Illinois, rumah bagi suku cadang Cherokee. Produsen suku cadang ini berhenti beroperasi hingga pertengahan Mei. Pabrik Perakitan Windsor di Ontario, yang membuat minivan, juga terhenti hingga minggu kedua bulan ini. Sedang produksi pabrik perakitan Toluca di Meksiko, yang memproduksi SUV Jeep Compass, kini mulai berjalan kembali.

"Stellantis terus bekerja sama dengan pemasok kami untuk mengurangi dampak manufaktur yang disebabkan oleh berbagai masalah rantai pasokan yang dihadapi industri kami," kata juru bicara Jodi Tinson, dalam pernyataan resmi.

Richard Palmer, kepala keuangan Stellantis, minggu ini mengatakan dampak dari kekurangan chip yang digunakan dalam elektronik kendaraan tersebut, berdampak terhadap sistem roda kemudi ke sistem entertainment. Dia terang menyebutkan, krisis diperkirakan akan lebih buruk di kuartal kedua daripada di kuartal pertama.

Palmer menyebutkan, pihaknya berharap kondisi akan membaik pada kuartal ketiga.

Minimkan Fitur
Dunia otomotif belakangan memang terguncang akibat kelangkaan pasokan semikonduktor di pasar beberapa bulan terakhir. Sejumlah produsen mobil menyisatinya dengan meniadakan beberapa fitur canggih yang pengoperasiannya membutuhkan kerja chip.

Diukutip dari Automotive News, Nissan adalah salah satu yang menyiasati ini. Kini Nissan tidak menyertakan sistem navigasi dari ribuan kendaraan yang biasanya dilengkapi fitur tersebut. Ram tidak lagi menawarkan 1500 pikap dengan kaca spion "cerdas" yang memonitor blind spot. Sementara Renault telah berhenti menawarkan layar digital besar di belakang roda kemudi pada tipe crossover Arkana.

Pabrikan Peugeot juga menyebutkan, akan kembali ke spedometer analog kuno untuk 308 hatchback-nya, daripada menggunakan versi digital yang membutuhkan chip. General Motors juga mengatakan, pihaknya membangun beberapa truk pickup Chevrolet Silverado tanpa modul ekonomi bahan bakar tertentu.

Pekan lalu, beberapa pabrikan raksasa; BMW, Honda, dan Ford Motor mengungkapkan senada. Semua mengalami masalah yang memburuk karena kekurangan chip.

Mark Liu, ketua Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., memperingatkan bahwa krisis ini bakal berlanjut. Perusahaan pembuat chip paling canggih di dunia memperkirakan kekurangan chip mobil dapat berlangsung hingga awal 2022.

Pemerintah AS membahas khusus soal ini.  Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Gina Raimondo akan menggelar pertemuan virtual dengan pihak-pihak terkait untuk membahas masalah kelangkaan chip semikonduktor pada 20 Mei mendatang. Dikutip dari Bloomberg pada Selasa (11/5), sumber menyebutkan bahwa Intel, dan perusahaan asing, seperti Samsung Electronics dari Korea Selatan dan TSMC dari Taiwan, diundang dalam pertemuan tersebut bersama perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pasokan semikonduktor, seperti General Motors, Ford, Google, dan Amazon.

Raimando menegaskan, pihaknya akan melakukan apapun untuk memecahkan masalah kelangkaan semikonduktor dalam waktu dekat. Kemungkinan yang ditetapkan adalah AS akan memproduksi lebih banyak semikonduktor dan mengurangi ketergantungan kepada China dan Taiwan. Pertemuan para pengusaha dengan pemerintah juga sudah berlangsung beberapa kali.  

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER