Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

29 April 2021|16:35 WIB

Kota Tua Harus Punya Narasi dan Keunikan Sendiri

Transformasi kawasan Kota Tua – Sunda Kelapa memanfaatkan unsur nostalgia yang dikombinasikan dengan aspek ekonomi, sekaligus juga edukasi

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageAcara Penandatanganan Head of Agreement (HoA) Pemprov DKI dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT MITJ. PPID Jakarta/dok

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (JXB), menggulirkan Head of Agreement (HoA) dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). Kesepakatan ini adalah langkah untuk mengembangkan potensi kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa sebagai destinasi wisata unggulan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kawasan wisata itu kedepannya akan dikelola secara  kolaboratif, dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa pengelolaan itu juga dilakukan secara masif dan terstruktur.

“Kolaboratif adalah melibatkan banyak pihak, pusat, daerah, swasta, UKM, dan pakar. Lalu, masif dengan yang dikelola bukan sejumlah bangunan saja, tetapi kawasan seluas 240 hektar dari Sunda Kelapa, hingga Kota Tua. Kemudian, terstruktur adalah melalui pembentukan JV yang diberi banyak fleksibilitas dan otoritas untuk mengelola," ungkap Anies, dalam siaran pers PPID Pemprov DKI Jakarta, Rabu (28/4).

Ia melanjutkan, transformasi kawasan Kota Tua – Sunda Kelapa memanfaatkan unsur nostalgia yang dikombinasikan dengan aspek ekonomi, sekaligus juga edukasi. Sehingga pengembangan Kota Tua tetap mengangkat masa lalu, namun berorientasi masa mendatang.

Menurut Anies, di balik kesan kuno wajah Kota Tua, harus ada pengelolaan yang modern dan dinamis. Karena itulah, pemerintah melakukan kolaborasi bersama sejumlah pihak dari berbagai bidang untuk membangun pengelolaan masa depan tersebut.

Harapannya, kawasan Kota Tua tak sekadar menjadi kawasan wisata, melainkan juga kawasan dengan sistem ekonomi yang bergerak di dalamnya. Sistem tersebut akan menarik orang-orang untuk datang ke sana.

Anies menekankan, Kota Tua harus menjadi destinasi wisata yang khas, unik, dan memiliki narasinya sendiri yang berbeda dengan kawasan kota tua lainnya di Indonesia ataupun yang ada di dunia.

“Ada kehidupan di Kota Tua, dan kehidupan itulah yang menarik wisatawan untuk datang. Kita tidak ingin desain kota tua nanti penuh dengan copy paste dari tempat lain di dunia, tetapi Kota Tua harus memiliki narasi, ciri, dan keunikan tersendiri," jelasnya.

Untuk merealisasikan itu, Anies mengharapkan dukungan dari berbagai kementerian seperti Kementrian BUMN untuk mendorong revitalisasi aset, hingga Kementrian Pariwisata juga diharapkan untuk ikut mempromosikan Kota Tua, dan menjadikannya hadir dalam kalender event nasional maupun dunia.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, agar narasi tentang Kota Tua diangkat dalam khazanah sejarah dan budaya di Ibu Kota. Juga dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI) agar berbagai program UKM BI serta berbagai program digitalisasi keuangan bisa diterapkan di kawasan tersebut.

Penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) dilakukan di Halaman Museum Fatahillah, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (28/4). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri BUMN, Erick Thohir; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno; Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; serta sejumlah pimpinan/pelaku usaha di Jakarta. (Andesta Herli)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA