Selamat

Senin, 17 Mei 2021

GAYA HIDUP

03 Mei 2021|14:30 WIB

Konsep Modern Dan Minimalis Buat Lebaran

Liberty Society dan Yuna & Co. memastikan, setiap produk menggunakan kain yang diproduksi secara ramah lingkungan dengan memberdayakan perempuan marginal

Editor: Faisal Rachman

ImageKoleksi Women of the Future dari Yuna & Co. dan Liberty Society. ANTARA/HO.

JAKARTA – Menyambut Lebaran yang semakin dekat, Yuna & Co., platform personal styling berkolaborasi dengan lini fesyen yang menjunjung konsep fesyen berkelanjutan Liberty Society. Keduanya merilis koleksi bertajuk #WomenOfTheFuture dengan misi pemberdayaan perempuan.

Ditujukan bagi para perempuan Indonesia yang modern, modest, dan minimalis, setiap pembelian koleksi baju Ramadan istimewa ini, berarti menyumbangkan aksi-aksi nyata dan konkret bagi keberlangsungan hidup manusia dan bumi. Liberty Society dan Yuna & Co. memastikan, setiap produk menggunakan kain yang diproduksi secara ramah lingkungan, dan dapat memberdayakan perempuan marginal yang menjadi tenaga kerja utama Liberty.

Devina Mardiputri, Business Development & Partnership Yuna & Co., dalam siaran resmi, Senin (3/5) menuturkan, peluncuran koleksi #WomenOfTheFuture sejalan dengan misi Yuna & Co.Yakni untuk menyebarkan kepercayaan diri dan kebahagiaan pada setiap momen kehidupan para perempuan Indonesia melalui personalized styling.

“Tiga hal yang ingin ditekankan melalui koleksi ini adalah perempuan modern yang peduli terhadap pemberdayaan sesama perempuan, perayaan tradisi Lebaran dengan berpakaian modest, dan desain pakaian yang minimalis dan versatile," jelanya. 

Devina mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah nyata, dalam mendukung upaya pemberdayaan perempuan dan mengampanyekan keberlanjutan dalam industri fesyen Indonesia.

Secara global, pandemi telah menyebabkan jutaan orang di dunia kehilangan pekerjaan, terutama perempuan. Menurut laporan dari UN Women, 82% perempuan telah mengalami penurunan pendapatan yang signifikan selama pandemi. 

Oleh karena itu, kedua pihak ini menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan untuk dapat terus terlibat aktif dalam mendukung perekonomian nasional.

Sementara itu, upaya peningkatan fesyen berkelanjutan di Indonesia, dilakukan dengan memberdayakan wanita pengungsi yang bekerja di balik layar untuk mendapatkan penghidupan dan menghasilkan produk fesyen ramah lingkungan. Dalam setiap pembelian koleksi ini, pembeli ikut berkontribusi mendukung dan menyediakan akses pelatihan menjahit bagi 20 pengungsi perempuan yang dibina di House of Freedom by Liberty Society.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran terhadap fesyen berkelanjutan di Indonesia melalui koleksi Lebaran ini,” tutur Jennifer Chandra, Campaign Manager Liberty Society.

Ia mengaku, pihaknya ingin membuktikan, baju yang diproduksi secara etis dan sustainable juga dapat memiliki kualitas yang tinggi dan tetap terlihat stylish. 

“Kain perca berlebih dari hasil pembuatan koleksi akan kami daur ulang untuk dijadikan masker dan pouch, sehingga meminimalisasi sampah produksi,” ucapnya. 

Koleksi Women of the Future di laman resmi, dibanderol dengan kisaran harga Rp300.000 sampai Rp500.000-an. Koleksi yang dikeluarkan meliputi midi dan maxi dress, celana panjang, rok, blus, tunik, dan kemeja dengan variasi warna maupun motif yang menarik. 

Mendorong Difabel
Sebelumnya, pada awal tahun 2021 kemarin, Yuna & Co bersama gerakan nonprofit Lipstick Untuk Difabel (LUD) berkolaborasi untuk mendorong para perempuan Indonesia mengeluarkan potensi terbaik mereka, melampaui batas-batas yang ada, serta menjalani hidup dengan percaya diri.

Kolaborasi ini didukung pula oleh brand-brand desainer lokal ternama di Indonesia, yang merupakan partner Yuna & Co., antara lain: Figure, Le Bijou, Clouwny, Senora, Elgra, Cloxvox, Ramune, Jauw Active, Bearnice, Square The Label dan Mava.

Sebagai bentuk dukungan terhadap LUD, Yuna & Co. memberikan jasa personal styling serta menyediakan fashion items untuk 6 orang model difabel pada sesi pemotretan terbaru LUD. Platform itu juga membuat konten tentang LUD yang akan dimuat dalam kanal digital perusahaan serta para media partner.

“Sebagai seorang perempuan difabel, saya melihat kebutuhan fashion teman-teman difabel kerap kali kurang diperhatikan, karena masih banyak yang beranggapan kalau kami tidak pantas untuk berpenampilan menarik,” ujar Laninka SiamiyonoFounder Lipstick Untuk Difabel, beberapa waktu lalu. 

Melihat visi dan misi Yuna & Co., ia pun merasa dirinya dapat membantu teman-teman difabel untuk menemukan style terbaik mereka dalam berbusana.

“Bukan hanya make-up, tetapi pakaian yang tepat juga mampu meningkatkan rasa percaya diri semua perempuan,” ucapnya. 

Gerakan LUD yang dimulai Laninka sejak Juli 2018, awalnya berupaya untuk mendorong kaum perempuan difabel tampil lebih percaya diri melalui make-up. Bentuk gerakan ini berupa donasi kepada wanita difabel dengan mengumpulkan lipstik dari sumbangan sesama perempuan di Indonesia. 

Dalam waktu dua tahun, LUD telah berkembang menjadi sebuah komunitas inklusif yang menyatukan perempuan dari berbagai kalangan untuk saling menyemangati, berbagai informasi dan peduli satu sama lain.

“Saya pribadi merasa ini merupakan sebuah gerakan yang luar biasa. Di Yuna & Co, misi kami adalah menghadirkan kebahagiaan dan rasa percaya diri dalam setiap momen kehidupan para wanita Indonesia melalui personal styling, dan LUD merupakan pengejawantahan dari misi tersebut,” ungkap Winzendy Tedja, Founder & CEO Yuna & Co. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA