Kemenparekraf Targetkan Bantuan Pada Enam Jenis Usaha Wisata | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

25 November 2021|17:50 WIB

Kemenparekraf Targetkan Bantuan Pada Enam Jenis Usaha Wisata

Indonesia sedang bersiap memulihkan industri pariwisata di tanah air dengan memberikan Bantuan Pemerintah Bagi Usaha Pariwisata (BPUP).

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Rendi Widodo

Kemenparekraf Targetkan Bantuan Pada Enam Jenis Usaha WisataKompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng, Batur, Kabupaten Banjarnegara. Antara/Aditya Pradana Putra

JAKARTA – United Nations World Tourism Organization (UNWTO) memprediksi kondisi pariwisata di seluruh dunia akan berangsur pulih mulai dari tahun 2022 hingga tahun 2024 mendatang. 

Kondisi tersebut menjadi harapan baru bagi seluruh insan yang bergerak dalam bidang usaha yang sudah hampir dua tahun ini terpuruk akibat dihantam pandemi covid-19.

Direktur Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menjelaskan untuk menyambutkan kebangkitkan tersebut Indonesia juga sedang bersiap memulihkan industri pariwisata di tanah air. 

Caranya, dengan memberikan Bantuan Pemerintah Bagi Usaha Pariwisata (BPUP) agar pelaku industri ini kembali bergairah menyongsong hari-hari kebangkitan di awal tahun 2022.

BPUP adalah bantuan pemerintah dalam rangka reaktivasi usaha yang diberikan kepada usaha pariwisata yang terdaftar pada OSS BKPM tahun 2018-2020. 

Rencananya proses pendaftaran untuk mendapat bantuan ini akan dilakukan hingga 26 November 2021 dan proses pencairan akan dilakukan secepatnya hingga Desember. Adapun besaran biaya yang diberikan pemerintah adalah sebesar Rp1,8 juta.

“Ini akan dilakukan di akhir tahun 2021 dan harapannya tahun 2022 bapak ibu punya semangat baru,” kata Anggara dalam webinar sosialisasi aplikasi BPUP di Jakarta, Kamis (25/11).

Dalam paparannya setidaknya ada enam jenis usaha pariwisata yang menjadi target utama untuk diberikan bantuan. Mereka adalah pemilik biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, SPA, hotel melati, penyedia jasa akomodasi jangka pendek dan pondok wisata homestay

Tahun ini penyebaran wilayah yang akan dibantu difokuskan pada daerah-daerah yang membuka bandara internasional dan memiliki destinasi atau pelaku pariwisata yang berada di 35 kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Misalnya Riau target penerimanya adalah 642, Bali 2.234, DKI Jakarta 2.607, Sumatera Utara 640, Jawa Timur 682 dan totalnya pada tahun ini calon penerimanya adalah 10.934. Nantinya uang bantuan ini menurut Anggara bisa dipergunakan untuk keperluan usaha pariwisata seperti pembayaran gaji karyawan dan membayar listrik.

“Juga bisa dipergunakan untuk biaya telepon dan internet, kebutuhan health kit, kebutuhan perawatan fasilitas, kebutuhan dapur, biaya rapid antigen dan konsumsi selama perjalanan wisata, biaya pembelian ATK, izin reklame, konsultan kesehatan, biaya lain yang dibutuhkan agar usaha dapat bertahan selama masa pandemi covid-19,” tutupnya.  

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER