Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

SENI & BUDAYA

08 Mei 2021|16:22 WIB

Keluar Dari Naif, Emil Ingin Fokus Berbisnis

Selain bisnis sepatu, Emil pun diketahui memiliki beberapa bisnis di sektor makanan dan minuman

Oleh: Faisal Rachman

ImageKelompok musik Naif beraksi dalam acara The 90's Festival di Jakarta, Sabtu (23/11/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

JAKARTA - Mohammad Amil Hussein atau kerap dikenal Emil membenarkan kabar yang menyebutkan, dirinya tak lagi bersama dengan grup band Naif. Emil pun membenarkan, ia keluar dari grup yang sudah ada di kancah hiburan musik Indonesia selama 25 tahun itu sejak kuartal ketiga 2020. Kini ia lebih memilih fokus mengembangkan usahanya.

“Benar aku sudah pamit sama anak- anak sejak 11 September 2020,” kata Emil seert, Sabtu.

Pria yang sebelumnya mengisi posisi bassist di Naif itu menyebutkan saat ini memilih fokus mengembangkan bisnis sepatunya yang dirintisnya sejak ada pandemi covid-19.

Selain bisnis sepatu, Emil pun diketahui memiliki beberapa bisnis di sektor makanan dan minuman. Sementara terkait project pribadi untuk di industri musik, ia mengaku belum memikirkan hal itu.

“Project musik selain sama Naif sebenarnya sudah banyak, tapi itu pas masih sama Naif. Itu kesebar di beberapa film tapi memang belum pernah dirilis. Kalau dikumpulin itu bisa di compile jadi satu album. Tapi sekarang memang lagi enggak fokus ke musik sih,” ujar Emil.

Selain Emil, dikabarkan Pepeng yang mengisi posisi drummer dan penggagas dari band yang lahir dari kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu pun turut meninggalkan Naif.

Naif didirikan pada 1995, beberapa lagu hits-nya yang berhasil merebut hati masyarakat Indonesia di antaranya “Benci untuk Mencinta”, “Air dan Api”, dan “Posesif”.

Naif aktif sebagai band pengisi acara kampus sampai akhirnya pada 1996, kemudian perusahaan label musik menawarkan Naif membuat album. Mobil Balap (1998) menjadi debut Naif di kancah musik Indonesia. Setelahnya, album Jangan Terlalu Naif (2000) dan Titik Cerah (2002) lahir.

Naif sempat ditinggal personelnya, Chandra pada 2003. Keyboardist ini beralasan ingin meneruskan kariernya di bidang desain grafis sesuai dengan pendidikannya. (Faisal Rachman) 

 

 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER