Selamat

Kamis, 20 Januari 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

26 November 2021

19:54 WIB

Kasih Putih Ibu Dalam Film "Just Mom"

Bagi Hanung Bramantyo, film "Just Mom" sangat personal dan erat dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

Kasih Putih Ibu Dalam Film "Just Mom"
Potongan adengan film "Just Mom". JAFF/dok

JAKARTA – Ibu. Sosok manusia yang selalu memberikan kenyamanan bagi setiap anak-anaknya. Sebrengsek apapun anak, ibu akan selalu ada dan mendoakan yang terbaik buat mereka. Peluk hangat tubuhnya menjadi pelipur lara kala cobaan hidup datang menerpa.

Sayangnya, lambat laun sosok ibu kerap terlupa. Setiap anak akan keluar dari rumah untuk menemukan jati diri hingga akhirnya membangun kehidupan rumah tangga baru dengan pasangannya. Padahal dalam hati kecil sang ibu, sebesar apapun anaknya, dia tetaplah anak kecil yang selalu ingin ia genggam dengan erat.

Perasaan itulah yang pada akhirnya memancing gairah Hanung Bramantyo, untuk memproduseri sebuah karya sebagai bentuk penghormatan kepada ibu lewat film "Just Mom", yang diadopsi dari Novel Ibu: Doa Yang Hilang karya Bagas Dwi Bawono. 

Menurut Hanung, cerita novel tersebut sangatlah personal dan lekat dalam kehidupan masyarakat saat ini. Dan lebih dari itu, film ini juga menjadi cerminan diri Hanung sendiri, yang kadangkala melupakan sosok ibunda yang tinggal di Yogyakarta

Bahkan, untuk sekedar menanyakan kabar melalui pesan singkat maupun panggilan suara, kerap tak ia lakukan akibat kesibukannya di Jakarta. Masalah ini pula yang seringkali dihadapi oleh seluruh anak-anak.

“Ini sebagai film rasa bersalah anaknya kepada ibu, bagi saya. Saya berharap perasaan saya ini menjadi perasaan kolektif karena memang ada satu hal nggak tahu kenapa menjadi berat sekali untuk telepon ibu, SMS, atau datang ke sana,” kata Hanung dalam acara peluncuran film "Just Mom" secara virtual di Jakarta, Jumat (26/11).

Sementara itu, Jeihan Angga, si sutradara mengatakan, "Just Mom" bercerita tentang Siti, seorang ibu yang diperankan oleh Christine Hakim, yang merasa kesepian setelah ditinggal oleh kedua anaknya, menjalani bahtera rumah tangga.

Kehidupan yang mapan membuat anak-anak Siti lupa, meskipun sang ibu menderita penyakit kanker. Dalam sepinya, Siti hanya ditemani oleh Mbak Sum—seorang ART—yang sudah ia anggap sebagai keluarga. Siti pun memiliki hasrat untuk mengasuh seorang anak untuk menemani hari-hari tuanya.

Sampai akhirnya Siti bertemu dengan seorang perempuan Orang Dalam Gangguan Kejiwaan (ODGJ) yang sedang dalam kondisi hamil. Siti berinisiatif membawa orang tersebut pulang ke rumah untuk merawatnya. Belakangan Siti memberi nama perempuan tersebut Murni, yang diperankan oleh Ayushita.

 “Nah ketika itu dia nggak bilang sama anak-anaknya. Suatu waktu ketika si Mbak Sum atau ART dia bilang ke anak satunya dan dari situ konflik dimulai,” kata Jeihan.

Mengetahui hal tersebut, kedua anak Siti tidak suka. Menurut mereka, apa yang dilakukan Siti dengan merawat Murni tidaklah benar di tengah kondisi Siti yang sakit. Anak-anak Siti khawatir dengan merawat Murni kesehatan ibunya akan menurun. Siti menepis semua hal itu, dan berkeras ingin merawat Murni.

Bagaimana kisah selanjutnya? Saksikan "Just Mom" di bioskop Indonesia serentak pada 22 Januari 2022. Film ini bisa menjadi alternatif bagi kalian yang rindu dan bernostalgia dengan film Indonesia di tengah liburan Hari Raya Imlek.

Sebelum beredar di bioskop, rencananya film ini akan tayang lebih dulu di Jogja Netpac Asia Festival (JAFF) pada 28 November 2021. Selain Christine Hakim dan Ayushita, beberapa artis papan atas tanah air juga akan terlibat dalam film ini seperti Ge Pamungkan, Niken Anjani, Toran Waibro, dan Dea Panendra.

Film Just Mom sendiri diproduksi selama satu bulan dengan mengambil latar tempat di Yogyakarta dan Candi Prambanan. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER