Kampanye #MakanTanpaSisa Selamatkan 20 Ton Sampah Makanan | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

25 November 2021|13:18 WIB

Kampanye #MakanTanpaSisa Selamatkan 20 Ton Sampah Makanan

Pada 2020, ada lebih dari 300 ribu ton makanan diselamatkan dari kemubaziran.

Oleh: Rendi Widodo

Kampanye #MakanTanpaSisa Selamatkan 20 Ton Sampah MakananIlustrasi sampah makanan. Pixabay

JAKARTA - Bank DBS Indonesia mengadakan kampanye #MakanTanpaSisa yang digulirkan pada tahun 2020 untuk membangkitkan kesadaran publik tentang masalah sampah makanan.

Tahun ini Bank DBS Indonesia mencatat 20 ton sampah makanan yang berhasil diselamatkan dengan didaur ulang atau didistribusikan kembali, bekerja sama dengan berbagai pihak baik dari wirausaha sosial, LSM, nasabah dan karyawan bank.

“Kami sangat bangga atas pencapaian yang dihasilkan dari prakarsa TZFW yang telah berhasil mencapai sekitar 20 ton food impact, naik dari tahun lalu sebesar 11,8 ton." kata Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, dikutip dari Antara, Kamis (25/11).

Sebagai acara puncak dari kampanye #MakanTanpaSisa, pihaknya bersama Food of Indonesia (FOI) memberikan donasi sejumlah 500 paket bahan pangan kepada masyarakat rentan yang terdampak oleh Covid-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu, DBS juga berkolaborasi dengan FOI untuk mengumpulkan bahan pangan dari supermarket dan toko ritel yang memiliki pasokan berlebih untuk distribusikan kepada keluarga yang terdampak di 10 kota (Jakarta, Surabaya, Semarang, Solo, Jogja, Malang, Cirebon, Pandeglang, Palembang dan Lampung).

"Kedua kegiatan ini menghasilkan setara 8,25 ton food impact. Kami berharap kampanye ini dapat memberikan dampak positif dan menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menuju Towards Zero Food Waste.”

Keluarga rentan termasuk mereka yang terdampak oleh Covid-19, terutama yang bekerja di sektor informal. Tiap keluarga akan menerima paket bahan pangan yang terdiri dari beras, mie, minyak goreng, makanan kemasan, dan gula yang dibagikan menggunakan Mobil Pangan Umat (MPU).

Hendro Utomo, CEO Foodbank of Indonesia mengatakan, survey FOI di 14 kota menyatakan ada sekitar 27 persen anak-anak usia dini berangkat ke PAUD dalam keadaan lapar. Di pemukiman padat, angkanya bisa mencapai 40 persen.

Pandemi membuat situasi anak-anak lebih sulit lagi karena banyak keluarga kehilangan pencari nafkah dan daya beli orang tua menurun. 

Dalam Aksi 1.000 Bunda di 22 kota kabupaten, FOI bersama ribuan Bunda relawan membuka akses bagi lebih dari 40.000 anak-anak usia dini dengan memberikan makanan tambahan. Pada tahun 2020 ada lebih dari 300 ribu ton makanan diselamatkan dari kemubaziran.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA