Selamat

Senin, 26 Juli 2021

PARIWISATA

30 April 2021|19:12 WIB

Jakarta Calonkan Diri Sebagai Kota Buku Dunia

Untuk mendekatkan masyarakat dengan buku, Komite Jakarta Kota Buku menghadirkan kutipan-kutipan dari penulis ternama Tanah Air di media luar ruang publik

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageWarga membaca buku di dekat perpustakaan bersama Bookhive Jakarta di kawasan Taman Situ Lembang, Jakarta, Senin (26/4/21). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengajukan diri sebagai UNESCO World Book City (WBC) atau Kota Buku Dunia. Komite Jakarta Kota Buku telah mengirim proposal ke UNESCO pada 15 April 2021 lalu.

Pemprov DKI Jakarta menilai, selama ini Jakarta telah aktif menggelar aktivitas literasi dan infrastruktur perbukuan di Indonesia. Hingga 2020, tercatat 19% penerbit di Indonesia berada di Jakarta dan telah mendaftarkan 14.906 ISBN. Jakarta juga berkontribusi sebesar 25% koleksi buku digital nasional. 

Angka ini dinilai signifikan hingga mampu menempatkan Indonesia sebagai negara paling produktif dalam industri penerbitan di Asia Tenggara pada 2019. 

Dalam kegiatan literasi, Jakarta juga menjadi tempat penyelenggaraan sejumlah acara seperti Indonesia International Book Fair (IIBF), Jakarta International Literary Festival (JILF), dan Jakarta Content Week (Jaktent).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penerbit buku pertama di Indonesia lahir di Jakarta. Jakarta juga sering menjadi tempat perhelatan diskusi-diskusi besar kebangsaan. Di Jakarta pula kemerdekaan Indonesia dikumandangkan. 

“Indonesia ini dibangun melalui perjuangan dan dengan imajinasi. Imajinasi tentang sebuah negara merdeka, negara yang melindungi warganya, yang mempersatukan semua komponen bangsa, dan menyelenggarakan keadilan sosial. Imajinasi itu kemudian diwujudkan oleh para pendiri bangsa ke dalam janji kemerdekaan,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam keterangan tertulisanya, Jumat (30/4).

Anies menambahkan, beberapa tahun belakangan ini Jakarta memasukkan kenaikan literasi warga sebagai program utama. Jakarta juga menyediakan buku bagi warga di banyak lokasi dan titik ruang publik.

"Ini sesuai dengan tema yang kami ajukan, “Everybody’s Reading”. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan Jakarta sebagai Kota Buku Dunia,” ujarnya.

Ketua Harian Komite Jakarta Kota Buku Laura Bangun Prinsloo
menambahkan, pihaknya berupaya mendekatkan masyarakat dan buku dengan menghadirkan kutipan-kutipan para penulis ternama di media-media luar ruang di Jakarta, misalnya Stasiun MRT Jakarta.

Kutipan-kutipan terpilih tersebut, antara lain dari Pramoedya Ananta Toer, Wiji Thukul, Sapardi Djoko Damono, Dewi Lestari, Laksmi Pamuntjak, Agustinus Wibowo, Avianti Armand, M. Aan Mansyur, Radhar Panca Dahana, Yusi Avianto Pareanom.

"Sehingga buku bisa hadir di setiap sudut kota. Salah satu program mendukung ide ini adalah menghadirkan kutipan-kutipan buku di media luar ruang milik Pemprov DKI Jakarta,” ujar Laura.

Komite Jakarta Kota Buku yang dibentuk oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Keputusan Gubernur No: 742 Tahun 2020. Pada 2019, komite mengajukan Jakarta sebagai UNESCO WBC untuk tahun 2022. Namun Jakarta kalah dari Guadalajara, Meksiko, yang berhasil memenangkan gelar Kota Buku Dunia 2022.

Tahun ini Jakarta kembali mengajukan pencalonan untuk tahun 2023 dengan tema “Eja.kar.ta Everybody’s Reading”. (Dwi Herlambang)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA